Ajang BTN Housingpreneur 2025 resmi ditutup dalam rangkaian BTN Expo 2026 dengan puncak acara pengumuman para pemenang kompetisi. Program ini menjadi wadah strategis bagi Bank Tabungan Negara (BTN) dalam menjaring inovator dan wirausahawan baru yang diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi tantangan sektor perumahan nasional.
BTN Housingpreneur 2025 merupakan bagian dari rangkaian BTN Expo 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 28–31 Januari 2026. Kompetisi ini dirancang sebagai ajang kewirausahaan di sektor properti dan industri pendukung perumahan guna mendorong keberlanjutan ekosistem perumahan di Indonesia.
Sepanjang pelaksanaannya, BTN Housingpreneur 2025 berhasil menarik antusiasme tinggi dari peserta. Lebih dari 1.000 inovator dari berbagai daerah di Indonesia mengirimkan gagasan dan solusi, mulai dari desain rumah, teknologi konstruksi, material bangunan, hingga inovasi bisnis dan teknologi pendukung sektor perumahan. Dari enam kategori yang diperlombakan, Dewan Juri menetapkan 58 finalis terbaik untuk melaju ke tahap akhir.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa BTN Housingpreneur menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda dan pelaku usaha untuk memperkenalkan ide-ide inovatif yang berpotensi diimplementasikan langsung di industri perumahan.
“Jadi kita sejak 2024 sudah menyelenggarakan Housingprener. Ini adalah awarding buat yang juara tahun 2025 yang Desember lalu ditutup. Hari ini tadi kita lihat kita menerima aplikasi kurang lebih 1.170 para anak-anak muda housingpreneur baik itu buat rumah, desain rumah, pengerjaan material sampai teknologi rumah,” kata dia dikutip dari Metro Pagi Primetime, Metro TV, Senin, 2 Februari 2026.
“Tag dan segala macam itu yang terkumpul lebih dari 1.000 aplikasi yang submit ke BTN dan juri sudah memutus 58 finalis dan berbagai kategori,” sambungnya.
Menurut Nixon, tingginya jumlah partisipasi mencerminkan besarnya potensi inovasi di sektor perumahan, sekaligus menunjukkan peran strategis BTN sebagai bank yang memiliki ekosistem kuat dengan pengembang perumahan melalui pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Sementara itu, Ketua Dewan Juri BTN Housingpreneur 2025, Ryan Maurice, menjelaskan bahwa aspek utama penilaian tidak hanya pada kreativitas ide, tetapi juga pada dampak nyata serta kesiapan implementasi di lapangan.
“Para peserta sangat semangat dan bisa dilihat bahwa bukan cuman dari kategori mahasiswa dan umum bahwa established bisnis juga sangat berbondong-bondong masuk ke sini karena mereka tahu bahwa BTN merupakan bank dengan kolaborasi KPR dengan developer yang cukup tinggi, boleh dibilang yang cukup dominan lah di industrinya,” ujarnya.
“Maka established bisnis berpotensi masuk di ekosistem BTN dan bisa mendapatkan pesanan dari developer-developer yang sudah kerja sama bertahun-tahun dengan BTN,” kata dia.
BTN Housingpreneur terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Melalui program ini, BTN berharap dapat melahirkan lebih banyak inovator dan wirausahawan di sektor perumahan yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem perumahan nasional ke depan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































