BEI Buka Suspensi Saham PPRO, Harga Langsung Melonjak 9,52% ke Rp23

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut suspensi perdagangan saham PT PP Properti Tbk (PPRO). Keputusan ini langsung disambut positif pasar, dengan saham PPRO melonjak 9,52% ke level Rp23 per saham pada perdagangan sesi I, Selasa (24/2/2026).

Pencabutan suspensi tersebut tertuang dalam Pengumuman Bursa No. Peng-UPT-00002/BEI.PP3/02-2026. BEI menyatakan penghentian sementara perdagangan saham PPRO dicabut setelah perseroan memenuhi kewajiban pembayaran bunga pada 17 Februari 2026.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI, Lidia M. Panjaitan, menjelaskan bahwa pencabutan suspensi berlaku di seluruh pasar dan efektif sejak sesi I full call auction (FCA).

“Mempertimbangkan telah dipenuhinya kewajiban perseroan atas pembayaran bunga pada tanggal 17 Februari 2026, maka Bursa mencabut penghentian sementara perdagangan efek perseroan di seluruh pasar,” ucap Lidia dalam pengumuman resmi BEI.

Saham anak usaha PT PP (Persero) Tbk ini sebelumnya disuspensi sejak 15 Oktober 2024. Penghentian perdagangan dilakukan setelah PPRO menunda pembayaran bunga obligasi senilai Rp4,33 miliar.

Penundaan tersebut terkait Obligasi Berkelanjutan II PPRO Tahap IV Tahun 2022 Seri B ke-11. Saat itu, perseroan berada dalam kondisi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara selama 45 hari berdasarkan putusan Majelis Hakim pada 7 Oktober 2024.

Selain itu, berdasarkan surat PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tertanggal 10 Februari 2026, terdapat perubahan skema penyelesaian kewajiban PPRO sesuai putusan homologasi. Perubahan tersebut menjadi salah satu dasar bagi BEI untuk meninjau ulang status suspensi saham PPRO.

Meski suspensi telah dicabut, BEI tetap mengingatkan para investor untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan. Langkah ini penting guna memantau perkembangan fundamental dan rencana bisnis PPRO ke depan.

Seiring dengan pembukaan kembali perdagangan, saham PPRO yang masih berstatus notasi khusus “X” di BEI menunjukkan respons positif pasar. Kenaikan 9,52% pada sesi pertama mencerminkan optimisme investor terhadap langkah pemulihan keuangan perseroan.

Cek Artikel & Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img