Perhutani bersama Polsek Bawang memperkuat sinergi dalam pengamanan hutan melalui pertemuan koordinasi bertajuk Jagong yang digelar di wilayah BKPH Bawang pada Selasa (6/1). Agenda ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan respons dan kolaborasi dalam menjaga aset hutan negara dari berbagai ancaman.
Pertemuan dipimpin oleh Asisten Perhutani (Asper) BKPH Bawang, KPH Pekalongan Timur, Sugiarto, yang menekankan pentingnya komunikasi lintas sektor dalam upaya mitigasi gangguan keamanan hutan (Gakkumhut). Ancaman seperti pencurian kayu (illegal logging), perambahan kawasan, hingga aktivitas ilegal lain menjadi fokus utama pembahasan.
Sugiarto menjelaskan bahwa pendekatan informal seperti Jagong mampu menciptakan ruang dialog yang lebih cair dan produktif.
“Keamanan kawasan hutan tidak bisa dijaga sendiri. Dibutuhkan kerja sama dan koordinasi yang solid dengan aparat kepolisian agar setiap potensi gangguan dapat dideteksi dan dicegah sedini mungkin,” tegas Sugiarto.
Komitmen yang sama juga ditegaskan oleh Kapolsek Bawang, AKP Slamet Riyanto, S.H. Ia menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan kesiapan Polsek Bawang untuk mendukung penuh upaya pengamanan hutan di wilayah KPH Pekalongan Timur.
“Kami siap bersinergi, khususnya melalui peningkatan intensitas patroli bersama dan respon cepat terhadap setiap laporan gangguan keamanan hutan. Sinergi ini sangat penting untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam kita,” ujarnya.
Melalui forum *Jagong* ini, kedua institusi berharap dapat memelihara komunikasi yang intens dan berkelanjutan. Dengan pengamanan yang optimal, kelestarian hutan di Pekalongan Timur diharapkan tetap terjaga dan terus memberikan manfaat ekologis maupun sosial bagi masyarakat sekitar.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































