Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan. Tekanan jual muncul setelah pasar mengalami kondisi jenuh beli usai indeks sempat menyentuh level tertinggi.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat melemah 97,47 poin atau 1,08 persen ke level 8.894,70. Indeks LQ45 juga bergerak melemah 0,97 persen ke posisi 866,58.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi menguji area support di kisaran 8.850–8.950.
“Diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level support di 8.850-8950,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Jumat (23/1).
Dari mancanegara, pasar mencermati perkembangan geopolitik setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa mereda. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan memberlakukan tarif terhadap Eropa dan mengklaim telah mencapai kerangka kerja terkait Greenland. Namun, pernyataan itu belum disertai detail lanjutan, sementara Perdana Menteri Greenland menyatakan tidak mengetahui adanya kesepakatan tersebut.
Selain isu geopolitik, pelaku pasar juga menunggu hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75 persen.
Dari kawasan Asia, pasar bersiap mencermati data inflasi Jepang untuk Desember 2025 yang diproyeksikan melambat ke 2,7 persen year on year (yoy), dari 2,9 persen pada bulan sebelumnya. Pertemuan Bank of Japan (BoJ) juga menjadi fokus, dengan ekspektasi bahwa suku bunga tetap bertahan di level 0,75 persen.
Untuk sentimen domestik, investor menantikan rilis data uang beredar (M2) periode Desember 2025 yang diperkirakan dapat memberikan arah pergerakan pasar.
Adapun bursa global pada perdagangan Kamis (22/1) kompak menguat. Bursa Eropa mencatat kenaikan, seperti Euro Stoxx 50 yang naik 1,22 persen, FTSE 100 Inggris 0,12 persen, DAX Jerman 0,20 persen, dan CAC Prancis 0,99 persen.
Di Wall Street, indeks Dow Jones menguat 0,63 persen ke 49.384,01. S&P 500 naik 0,55 persen ke level 6.913,35, sedangkan Nasdaq menguat 0,76 persen menjadi 25.518,35.
Dari regional Asia, perdagangan pagi ini menunjukkan pergerakan variatif. Indeks Nikkei naik 0,34 persen, Shanghai naik 0,15 persen, Hang Seng melemah 0,34 persen, dan Strait Times menguat 1,05 persen.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































