Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia kembali merilis perkembangan harga pangan terbaru pada Selasa (13/1) pukul 10.29 WIB. Berdasarkan data tersebut, sejumlah komoditas pangan utama tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat pedagang eceran nasional.
Komoditas yang paling menonjol adalah cabai rawit merah yang menyentuh Rp49.150 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras diperdagangkan di kisaran Rp31.500 per kilogram.
Selain dua komoditas tersebut, PIHPS juga mencatat harga terbaru untuk bahan pangan lain. Bawang merah berada di harga Rp46.800 per kilogram, sedangkan bawang putih tercatat Rp40.950 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga yang dilaporkan relatif stabil di berbagai kategori, yakni:
-
Beras kualitas bawah I: Rp14.700 per kg
-
Beras kualitas bawah II: Rp14.600 per kg
-
Beras kualitas medium I & II: masing-masing Rp15.800 per kg
-
Beras kualitas super I: Rp16.800 per kg
- Advertisement - -
Beras kualitas super II: Rp16.450 per kg
Sementara itu, untuk kelompok cabai lainnya, cabai merah besar dijual seharga Rp36.550 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau tercatat sebagai yang tertinggi dengan harga Rp52.250 per kilogram.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras berada di level Rp38.500 per kilogram, sementara daging sapi kualitas I dipatok Rp138.550 per kilogram dan kualitas II di harga Rp133.750 per kilogram.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, gula pasir kualitas premium tercatat Rp19.700 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di kisaran Rp18.300 per kilogram.
Adapun harga minyak goreng juga dilaporkan stabil dengan rincian:
-
Minyak goreng curah: Rp19.250 per liter
-
Minyak goreng kemasan bermerek I: Rp22.850 per liter
-
Minyak goreng kemasan bermerek II: Rp21.900 per liter
Dengan tren harga pangan yang menunjukkan pergerakan beragam, PIHPS mencatat bahwa sejumlah komoditas strategis masih berada pada level tinggi. Kondisi ini berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































