PP Properti Bukukan Laba Bersih Rp47,18 Miliar di Semester I 2025, Naik 110 Persen

PT PP Properti Tbk (kode saham: PPRO) mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada semester pertama tahun 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp47,18 miliar, melonjak signifikan 110,26 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan rugi bersih hingga Rp459,57 miliar.

Kenaikan tajam ini turut berdampak pada perolehan laba per saham dasar yang berubah positif menjadi Rp0,80, dari sebelumnya berada di posisi negatif Rp7,80 per saham.

- Advertisement -

Meski demikian, pendapatan usaha perusahaan tercatat mengalami penurunan. Pada semester I 2025, PPRO meraih pendapatan sebesar Rp142,24 miliar, turun sekitar 25 persen dari Rp189,81 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban pokok penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp139,78 miliar dari sebelumnya Rp170,35 miliar, sehingga laba kotor yang diperoleh hanya mencapai Rp2,45 miliar, anjlok dari Rp19,45 miliar pada semester I 2024.

Beban usaha perusahaan tercatat sebesar Rp27,1 miliar, sedikit menurun dari Rp27,84 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Beban keuangan menurun drastis menjadi Rp104,82 miliar dari sebelumnya Rp463,58 miliar. Selain itu, beban cadangan kerugian penurunan nilai juga menurun menjadi Rp5,62 miliar, dari Rp7,16 miliar pada periode sebelumnya.

- Advertisement -

Kontribusi terbesar terhadap lonjakan laba bersih PPRO datang dari pos penghasilan lain-lain yang tercatat sebesar Rp176,37 miliar. Angka ini melonjak hingga 884,75 persen dibanding semester pertama 2024 yang hanya sebesar Rp17,91 miliar.

Sementara itu, bagian laba dari entitas asosiasi dan ventura bersama tercatat sebesar Rp2,62 miliar, sedikit turun dari Rp3,79 miliar. Beban pajak penghasilan final juga menurun menjadi Rp3,61 miliar dari sebelumnya Rp3,91 miliar. Dengan berbagai perubahan ini, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp40,29 miliar, naik drastis dari rugi sebelum pajak sebesar Rp461,33 miliar pada semester I tahun lalu.

Laba tahun berjalan pun mengalami perbaikan signifikan, menjadi Rp39,7 miliar dari posisi rugi Rp462,27 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas perusahaan pada akhir semester I 2025 mencapai Rp9,86 triliun, naik tajam dibanding posisi akhir tahun 2024 yang sebesar Rp2,19 triliun. Sementara itu, defisit tercatat sebesar Rp2 triliun, turun dari Rp2,05 triliun pada akhir tahun lalu.

- Advertisement -

Total liabilitas perusahaan menurun signifikan menjadi Rp8,01 triliun, dibandingkan Rp16,04 triliun pada akhir 2024. Namun, jumlah aset perusahaan juga sedikit menyusut menjadi Rp17,88 triliun dari sebelumnya Rp18,24 triliun.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img