Jumat, Maret 13, 2026
spot_img

PLTMG Nias Resmi Dikelola PLN Nusantara Power, Siap Jaga Keandalan Listrik Pulau Nias

PT PLN Nusantara Power (PLN NP) resmi mengambil alih pengelolaan operasi dan pemeliharaan (O&M) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nias berkapasitas 25 megawatt (MW). Serah terima pengelolaan dilakukan pada Kamis, 17 Juli 2025, dari PT Tripatra Engineers and Constructors serta PT PLN Indonesia Power Services (IPS), dalam sebuah seremoni di Bogor, Jawa Barat.

Dengan penyerahan ini, seluruh tanggung jawab atas pengoperasian PLTMG Nias kini berada di bawah PLN NP, khususnya melalui anak usahanya, PLN Nusantara Power Services (NPS). PLTMG Nias sendiri merupakan infrastruktur vital yang menyuplai lebih dari 60 persen kebutuhan listrik di sistem kelistrikan Pulau Nias.

- Advertisement -

Sebelumnya, sejak 1 Januari 2023, aset PLTMG Nias telah resmi dialihkan ke PLN NP seiring transformasi Holding–Subholding PLN. Namun, pengelolaan O&M masih dijalankan Tripatra dan IPS hingga akhirnya diserahterimakan kepada anak usaha PLN NP, yakni PLN Nusantara Power Services (NPS).

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menyambut baik penugasan NPS dalam menjamin keandalan pasokan listrik di wilayah Nias, yang sangat bergantung pada PLTMG Nias.

- Advertisement -

“PLTMG Nias adalah tulang punggung kelistrikan Pulau Nias. Dengan transisi pengelolaan ini, kami menegaskan komitmen PLN NP untuk menghadirkan keandalan, efisiensi, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nias,” ujar Ruly Firmansyah.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN NP Komang Parmita menambahkan, serah terima ini bukan sekadar alih kelola, tapi juga proses pembelajaran dan pendalaman sistem.

“Kami yakin NPS mampu melanjutkan tradisi performa tinggi PLTMG Nias, apalagi pembangkit ini memiliki tantangan operasional yang kompleks, terutama dengan karakteristik mesin MAN yang spesifik,” jelas Komang.

PLN NPS sendiri terus memperkuat kapasitas internalnya. Direktur Utama NPS, Jakfar Sadiq, menyebut bahwa PLTMG Nias kini menjadi lokasi ke-15 dalam portofolio pengelolaan NPS, dengan total 55 unit mesin PLTMG. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini tengah dibangun simulator PLTMG sebagai sarana pelatihan operator, guna menjamin standar kompetensi tinggi.

- Advertisement -

“Dengan Nias, kami kini mengelola 55 unit mesin PLTMG di 15 lokasi. Target kami adalah melanjutkan capaian EAF tinggi dan efisiensi operasional yang telah dicapai Tripatra dan IPS,” ungkap Jakfar.

Jakfar menambahkan, NPS tengah menyelesaikan instalasi simulator PLTMG yang akan menjadi sarana pelatihan dan peningkatan kompetensi operator kami.

Selama enam tahun terakhir, PLTMG Nias telah berkontribusi memasok lebih dari 60% kebutuhan listrik sistem kelistrikan Nias.

Dibangun sejak 2017 dan mulai beroperasi penuh pada 2019, pembangkit ini mencatatkan performa EAF di atas 92%, menjadikannya komponen vital dalam menjaga keandalan listrik di kawasan barat Sumatra.

Serah terima ini turut menjadi momen apresiasi bagi mitra sebelumnya. Direktur Asset Solution PT Tripatra, Suraji Nugroho, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak selama masa kontrak.

“Nias adalah proyek pembangkit pertama kami dan menjadi saksi komitmen kami dalam menghadirkan listrik yang andal di daerah terpencil,” ujar Suraji.

Dengan beban puncak sistem kelistrikan Nias yang mencapai 40,7 MW dan daya mampu sistem sebesar 70,5 MW, PLTMG Nias memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Pulau Nias.

PLN NP melalui NPS siap meneruskan legacy baik dari pengelola sebelumnya, sekaligus menghadirkan transformasi menuju sistem pembangkitan yang lebih modern dan tangguh.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img