Senin, Januari 19, 2026
spot_img

Inflasi Juni 2025 Terkendali, BI Tegaskan Peran Sinergi dan Konsistensi Kebijakan Moneter

Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa inflasi pada Juni 2025 berhasil dijaga tetap stabil berkat konsistensi kebijakan moneter serta kuatnya sinergi antara BI dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, dalam mengendalikan harga pangan melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Selasa, 1 Juli 2025, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 0,19 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), sementara secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 1,87 persen. Angka tersebut berada dalam kisaran target inflasi BI, yaitu 2,5 persen plus minus 1 persen.

- Advertisement -

“Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan di berbagai daerah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/7).

Secara lebih rinci, inflasi inti pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,07 persen (mtm), tidak jauh berbeda dari bulan sebelumnya yang sebesar 0,08 persen. Kenaikan harga emas global menjadi salah satu faktor pendorong, meski ekspektasi inflasi tetap terjaga. Secara tahunan, inflasi inti mencapai 2,37 persen, turun dari 2,40 persen di bulan Mei.

- Advertisement -

Kelompok volatile food atau harga pangan bergejolak mencatat inflasi sebesar 0,77 persen (mtm) di Juni 2025, berbalik arah dari deflasi 2,48 persen di bulan sebelumnya. Penyumbang utama inflasi di kelompok ini adalah beras, cabai rawit, dan bawang merah, seiring berakhirnya masa panen serta adanya gangguan produksi dan distribusi di sejumlah wilayah.

Secara tahunan, kelompok ini mengalami inflasi 0,57 persen (yoy), meningkat signifikan dari deflasi 1,17 persen pada Mei. BI memperkirakan inflasi pangan akan tetap terkendali berkat penguatan koordinasi dalam program GNPIP.

“Ke depan, inflasi ‘volatile food’ diprakirakan tetap terkendali didukung oleh eratnya sinergi antara Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah,” kata Ramdan.

Sementara itu, kelompok administered prices atau harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,09 persen (mtm), setelah sebelumnya mengalami deflasi 0,02 persen. Peningkatan ini dipicu oleh naiknya tarif angkutan udara, harga bahan bakar rumah tangga, dan sigaret kretek mesin (SKM). Kenaikan tersebut terjadi bersamaan dengan periode libur sekolah, penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG di beberapa daerah, serta dampak berkelanjutan dari penyesuaian cukai hasil tembakau.

- Advertisement -

Secara tahunan, inflasi pada kelompok ini tercatat sebesar 1,34 persen, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,36 persen.

Bank Indonesia menyatakan keyakinannya bahwa inflasi hingga akhir tahun 2025 dan sepanjang 2026 akan tetap terkendali dalam rentang target. Konsistensi kebijakan moneter dan penguatan sinergi lintas sektor diyakini menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img