MIND ID Perkuat Strategi Dekarbonisasi Menuju Industri Pertambangan Berkelanjutan

Holding BUMN sektor pertambangan, MIND ID (Mining Industry Indonesia), semakin memperkuat langkah strategis menuju industri pertambangan yang rendah emisi. Komitmen ini diwujudkan melalui serangkaian inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pelestarian lingkungan.

Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan bahwa transformasi industri tidak hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal tanggung jawab lingkungan yang lebih besar. “Kami meyakini bahwa kemajuan industri harus disertai dengan tanggung jawab yang semakin besar terhadap lingkungan,” tegasnya.

- Advertisement -

Dalam upaya mencapai target dekarbonisasi, MIND ID telah menyusun strategi menyeluruh yang melibatkan perubahan besar dalam sistem operasional perusahaan. Langkah awal dilakukan melalui konversi bahan bakar berbasis fosil ke sumber energi rendah karbon. Perusahaan mulai memanfaatkan biodiesel B35 dan B40, serta energi berbasis gas alam cair (LNG), untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil konvensional.

Selain itu, efisiensi operasional ditingkatkan dengan cara mengadopsi inovasi teknologi, termasuk digitalisasi proses penambangan dan elektrifikasi alat-alat berat, hingga perbaikan sistem peleburan. Transformasi ini diharapkan mampu menurunkan intensitas emisi karbon tanpa menghambat produktivitas industri.

- Advertisement -

Penggunaan energi terbarukan juga menjadi fokus utama MIND ID. Implementasi panel surya (solar PV), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), dan teknologi co-firing pada fasilitas pembangkit dan peleburan diharapkan mampu menyediakan sumber energi bersih yang lebih andal.

Di samping itu, MIND ID juga memanfaatkan skema sertifikat energi terbarukan (REC) dan offset karbon melalui partisipasi dalam perdagangan karbon serta pengembangan proyek berbasis alam atau nature-based solutions (NBS).

Pria menegaskan bahwa strategi ini mencerminkan arah transformasi industri pertambangan yang lebih sadar lingkungan. Ia menyatakan bahwa tanggung jawab ekologis harus menjadi fondasi dalam setiap langkah pengembangan usaha ke depan.

“Masa depan pertambangan bukan hanya soal menghasilkan lebih banyak, tetapi bagaimana kita menghasilkan dengan cara yang lebih bijak,” kata Pria.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Direktur Strategic Support & Human Capital PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Benny Alexander FD Wiwoho menjelaskan bahwa ekspansi industri melalui hilirisasi secara langsung berdampak pada lonjakan kebutuhan energi Grup MIND ID, yang secara paralel mendorong peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK).

“Isu dekarbonisasi bukan hanya tantangan MIND ID, tetapi tantangan global yang dihadapi oleh seluruh pelaku industri pertambangan dan manufaktur. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara transisi ke energi bersih membutuhkan kesiapan sistemik,” ujar Benny.

Berdasarkan proyeksi, konsumsi energi Grup MIND ID diperkirakan melonjak dari 48.000 terajoule (TJ) pada 2023 menjadi 266.000 TJ pada 2030.

Lonjakan ini berpotensi menyebabkan emisi GRK meningkat drastis, dari 4.100 kiloton CO2 ekuivalen (ktCO2e) menjadi sekitar 31.060 ktCO2e atau meningkat lebih dari tujuh kali lipat dalam tujuh tahun.

Menghadapi tantangan tersebut, Grup MIND ID menetapkan target penurunan emisi sebesar 21,4 persen pada tahun 2030.

“Ini adalah tantangan yang harus dikelola secara strategis. Target 21,4 persen ini merupakan peta jalan kami dalam memastikan bahwa pertumbuhan industri tetap sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan,” kata Benny.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img