Komitmen BTPN Syariah dalam mendampingi masyarakat inklusi terus berlanjut. Kali ini, bank syariah tersebut kembali hadir di SD Aisyiyah 2 Mataram, Nusa Tenggara Barat, melalui program Aktivasi Ruang Tepat, sebagai bagian dari strategi pemberdayaan berkelanjutan bagi perempuan dan pelaku usaha ultra mikro.
Sekolah yang sempat mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 2018 lalu telah direnovasi oleh BTPN Syariah pada 2019. Sejak saat itu, lembaga keuangan syariah ini aktif melakukan berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Lombok.
Melalui Aktivasi Ruang Tepat, BTPN Syariah menghadirkan ruang kolaborasi yang dirancang sebagai ruang kolaborasi dalam pemberdayaan dan edukasi, yang menjadikan ruang tepat yang bermanfaat, serta mewujudkan niat naik lebih cepat.
Salah satu program unggulan dalam inisiatif ini adalah pendampingan sertifikasi halal bagi puluhan nasabah BTPN Syariah yang menjalankan usaha kuliner. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing dan legalitas produk, sehingga omzet usaha dapat terus tumbuh.
Program ini terlaksana berkat kerja sama dengan Lembaga Pendamping Proses dan Produk Halal – Edukasi Wakaf Indonesia (LP3H EWI), mitra resmi Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Proses pendampingan dilakukan melalui platform digital yang memudahkan pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal.
Tak hanya menyasar pelaku usaha, BTPN Syariah juga memberikan literasi keuangan kepada para guru di SD Aisyiyah 2 Mataram. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko pinjaman online ilegal (pinjol) dan judi online (judol), yang marak menjerat masyarakat.
Untuk menanamkan semangat belajar sejak dini, BTPN Syariah turut melibatkan fasilitator dari kalangan akademisi guna memberikan materi edukatif kepada siswa-siswi SD Aisyiyah 2. Selain itu, bank juga menyalurkan dana kebajikan dalam bentuk bantuan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di sekolah tersebut, sebagai upaya membuka akses terhadap kehidupan yang lebih baik.
Direktur BTPN Syariah, Dwiyono Bayu Winantio, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen bank dalam pemberdayaan berkelanjutan, khususnya kepada perempuan. Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak sangat penting untuk mencapai dampak yang optimal.
“Aktivasi Ruang Tepat di SD Aisyiyah 2 Mataram ini menjadi komitmen kami dalam melakukan pemberdayaan berkelanjutan, di mana kami berharap kegiatan ini mampu menjadi wujud nyata bersama setiap stakeholder dalam memberdayakan umat. Pendampingan yang berkelanjutan menjadi komitmen kami dalam melayani masyarakat inklusi, khususnya perempuan di berbagai daerah Indonesia,” ungkap Direktur BTPN Syariah Dwiyono Bayu Winantio.
Bank juga memanfaatkan dana kebajikan dengan memberikan bantuan pendidikan terhadap anak-anak tidak mampu di SD Aisyiyah 2 Mataram dengan tujuan memberikan kesempatan tumbuh dan memiliki kehidupan yang lebih berarti, sejalan dengan misi visi BTPN Syariah.
Dalam memberdayakan masyarakat inklusi, Bank tentu membutuhkan keterlibatan semua pihak mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pihak sekolah, hingga aparat atau pemerintah setempat. Hal ini agar hasilnya lebih berdampak dan optimal bagi umat.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Ekonomi PWM NTB, Sulhan Hadi, menyatakan dukungannya terhadap langkah BTPN Syariah yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah dalam memberdayakan masyarakat.
Maka dari itu, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung BTPN Syariah dalam mendampingi segmen ultra mikro, khususnya perempuan.
“Kami dari Muhammadiyah mengapresiasi apa yang dilakukan BTPN Syariah yaitu pemberdayaan masyarakat, di mana hal ini tidak dapat dilakukan sendiri, harus ada kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat sehingga kesejahteraan ekonomi bukan sekadar berdampak kepada beberapa orang saja, melainkan terhadap masyarakat secara luas,” ucap Sulhan.
Sementara Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah NTB, Shofia Rawiana, menyebut kolaborasi dengan BTPN Syariah telah terjalin sejak 2019. Ia menilai bank ini memiliki visi yang sama dalam memberdayakan perempuan agar lebih mandiri dan berdaya secara ekonomi.
“Kami memiliki historical dengan BTPN Syariah dalam membangun ruang pemberdayaan di SD Aisyiyah 2 Mataram sejak 2019. Aisyiyah melihat BTPN Syariah memiliki visi dan misi yang sama, yakni memberdayakan perempuan, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berdaya dan mandiri,” tutur Shofia.
Seperti diketahui, Aisyiyah selaku organisasi otonom Muhammadiyah telah memperjuangkan agar perempuan memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan akses pendidikan hingga akses keuangan. Maka dari itu, kolaborasi dengan BTPN Syariah menjadi bukti nyata dari upaya memberdayakan perempuan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga dan ekonomi.
Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin, menambahkan bahwa perempuan adalah tulang punggung pembangunan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bank berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak demi memperluas dampak pemberdayaan.
Dalam kesempatan yang sama, Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah Ainul Yaqin mengatakan kolaborasi antar pihak dalam memberdayakan masyarakat inklusi, khususnya perempuan akan terus dilakukan karena mereka menjadi tulang punggung pembangunan keluarga dan ekonomi.
“Harapan kami dengan kolaborasi dari pihak yang memiliki komitmen yang sama dalam memberdayakan ibu-ibu inklusi di berbagai daerah dapat terus berjalan dan berkelanjutan. Kami percaya, jika perempuan berdaya maka akan melahirkan generasi yang cerdas, sehingga keluarga serta masyarakat sekitar ikut berdaya dan tumbuh bersama,” ujar Ain.
Sebagai informasi, BTPN Syariah telah melayani masyarakat inklusi di Nusa Tenggara Barat sejak 2013. Hingga kuartal I 2025, Bank telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp328 miliar kepada lebih dari 90 ribu nasabah.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































