Patuhi Aturan OJK, Ekuitas Jasindo Tembus Rp 2,9 Triliun

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengungkapkan bahwa per Januari 2025, ekuitas perusahaan telah mencapai Rp 2,9 triliun. Jumlah ini jauh melampaui persyaratan minimum ekuitas sebesar Rp 250 miliar yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Ekuitas Jasindo saat ini sudah mencapai Rp 2,9 triliun. Terkait POJK 23/2023, Jasindo telah memenuhi ketentuan ini,” ujar perwakilan perusahaan.

- Advertisement -

Sebagai informasi, regulasi ini tertuang dalam Pasal 4 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 20/POJK.05/2023, yang mengatur tentang Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Kredit atau Pembiayaan Syariah serta Produk Suretyship atau Suretyship Syariah.

Baca Juga: Jasindo Bayarkan Klaim Asuransi Marine Hull Rp5,7 Miliar

- Advertisement -

Aturan tersebut mewajibkan perusahaan asuransi umum yang menawarkan produk asuransi kredit untuk memiliki rasio likuiditas minimal 150%. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki ekuitas paling sedikit Rp 250 miliar atau 150% dari ketentuan ekuitas minimum yang berlaku, tergantung mana yang lebih tinggi, hingga batas waktu 31 Desember 2028.

Setelah tenggat tersebut, batas minimum ekuitas akan meningkat menjadi Rp 1 triliun. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada 13 Desember 2024.

Diwe menambahkan bahwa sejak implementasi POJK 20/2023, Jasindo telah berdiskusi dengan bank mitra untuk menyesuaikan perjanjian kerja sama agar sejalan dengan regulasi terbaru.

Dari sisi bisnis, Jasindo menargetkan pertumbuhan premi sebesar 9,55% pada 2025, dengan kontribusi utama dari segmen korporasi dan ritel. Diperkirakan, segmen korporasi akan menyumbang 75% dari total target premi, sementara segmen ritel berkontribusi 25%.

- Advertisement -

“Kami optimistis kinerja Jasindo akan tetap positif pada 2025,” ujar Diwe. Optimisme ini sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin membaik.

Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,1% pada 2024 dan 5,2% pada 2025, dengan inflasi yang diperkirakan tetap terkendali di angka 2,7% pada 2024 dan 2,5% pada 2025.

Namun, Diwe mengakui bahwa perusahaan masih menghadapi beberapa tantangan tahun ini, termasuk regulasi OJK terkait pengawasan solvabilitas, implementasi Sustainable Finance Roadmap, serta adaptasi terhadap Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) 17.

Untuk menghadapi tantangan tersebut dan menangkap peluang di 2025, Jasindo berencana memperkuat segmen korporasi dengan strategi ecosystem play.

“Pendekatan ini tidak hanya menyasar induk perusahaan nasabah, tetapi juga mencakup anak dan cucu perusahaan Jasindo,” pungkas Diwe.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img