Maybank Indonesia Bukukan Pertumbuhan Aset 14,8% di Akhir 2024

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia atau Bank) melaporkan kinerja keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024, dengan laba sebelum pajak mencapai Rp1,60 triliun.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengungkapkan bahwa bank berhasil menutup 2024 dengan prospek yang cerah, ditandai oleh pertumbuhan kredit yang solid di seluruh segmen inti.

- Advertisement -

Pertumbuhan ini membangun momentum untuk ekspansi yang lebih kuat ke depannya. Fokus utama Bank tetap pada profitabilitas di tahun-tahun mendatang, dengan menjalankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas serta pengelolaan aset.

“Upaya berkelanjutan Maybank Indonesia dalam memperkuat posisinya di segmen non-ritel tercermin dari peningkatan signifikan pada portofolio pembiayaan Komersial dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM),” ujar Steffano dalam pernyataan tertulis, Jumat (21/2).

- Advertisement -
Baca Juga: Maybank Indonesia Dorong Inovasi Teknologi Anak Melalui Codeavour 6.0

Ia menambahkan bahwa pembiayaan korporasi yang menargetkan entitas lokal besar terus mendorong pertumbuhan yang kuat, memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Bank. Bank akan terus mengedepankan pendekatan berorientasi pada nasabah dengan menyediakan solusi keuangan yang sejalan dengan strategi M25+ Grup Maybank.

“Termasuk di dalamnya solusi wealth management, yang secara konsisten meningkatkan pendapatan berbasis biaya sepanjang tahun, serta memperkuat kapabilitas dan keamanan sistem inti untuk menjamin ketahanan jangka panjang Bank,” tambahnya.

Sepanjang 2024, Bank mencatatkan tren pertumbuhan laba sebelum pajak yang positif selama tiga triwulan. Pada Triwulan IV 2024, laba sebelum pajak mencapai Rp755 miliar, naik 34,5% dibandingkan Rp562 miliar pada Triwulan III 2024. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, laba juga meningkat 8,1% dari Rp699 miliar pada Triwulan IV 2023.

Bank memprioritaskan strategi pertumbuhan ‘super growth’ guna memperkuat fundamental di segmen utama, seperti kredit korporasi domestik skala besar, segmen non-ritel UKM, serta pembiayaan otomotif di sektor ritel.

- Advertisement -

Selain itu, Bank melaksanakan inisiatif strategis yang berfokus pada peningkatan kapabilitas operasional dan teknologi melalui strategi M25+, serta memperkuat pendekatan ‘One Maybank’ untuk mendorong pertumbuhan di segmen-segmen potensial.

Dukungan strategis ini menghasilkan pertumbuhan kredit sebesar 10% di seluruh segmen inti, mencapai Rp127,58 triliun per 31 Desember 2024, naik dari Rp116,00 triliun pada tahun sebelumnya.

Kredit non-ritel Community Financial Services (CFS) meningkat 19,7% menjadi Rp36,87 triliun dari Rp30,81 triliun, didorong oleh pertumbuhan kredit komersial Business Banking sebesar 25,0%, kredit UKM+ sebesar 22,4%, dan kredit segmen Retail SME (RSME) sebesar 14,1%.

Sementara itu, kredit ritel CFS tumbuh 5,8% menjadi Rp46,00 triliun dari Rp43,47 triliun, ditopang oleh pembiayaan otomotif anak usaha yang meningkat 5,9%, KPR sebesar 4,7%, serta pertumbuhan kredit kartu kredit dan KTA sebesar 11,3%.

Kredit korporasi Global Banking mencatat kenaikan 7,2% menjadi Rp44,71 triliun dari Rp41,72 triliun, didukung oleh pertumbuhan kredit segmen Large Local Corporates (LLC) sebesar 65,2% dan segmen Financial Institution Group (FIG) yang meningkat 10,1%.

Pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp22,09 triliun hingga akhir 2024, dengan kontribusi terbesar berasal dari pembiayaan UMKM sebesar Rp17,12 triliun.

Selain itu, Bank mendukung sektor transportasi ramah lingkungan dengan pembiayaan sebesar Rp346 miliar dan energi terbarukan sebesar Rp56 miliar. Inisiatif ini menyumbang 19,4% dari total portofolio kredit Bank.

Pertumbuhan kredit yang kuat pada 2024 mendorong kenaikan aset konsolidasian sebesar 14,8% menjadi Rp197,18 triliun dari Rp171,80 triliun.

Di sisi lain, Perbankan Syariah Maybank Indonesia mencatat peningkatan pembiayaan sebesar 5,0% menjadi Rp31,75 triliun dari Rp30,24 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan CFS Non-Ritel yang meningkat dua digit, termasuk pembiayaan otomotif roda empat. Total aset Perbankan Syariah pun naik 4,7% menjadi Rp42,96 triliun dari Rp41,04 triliun.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img