FIF Group Targetkan Pembiayaan Rp93,9 Miliar di Bali pada 2025

PT Federal International Finance (FIF Group) menargetkan penyaluran pembiayaan sebesar Rp93,9 miliar di Bali pada 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp92 miliar, seiring dengan prospek pertumbuhan sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif.

“Bali tetap menjadi destinasi utama pariwisata yang berpotensi mendorong peningkatan target pembiayaan,” ujar Kepala Pemasaran Spektra FIF Group Bali, I Gusti Ngurah Junaedi, di Denpasar, Bali, Minggu.

Realisasi pembiayaan pada 2024 mencatatkan kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan dengan capaian di 2023.

Ia menjelaskan bahwa pola penyerapan pembiayaan oleh nasabah di Bali diperkirakan tetap stabil, dengan sekitar 75 persen difokuskan pada pembiayaan otomotif, terutama kendaraan bermotor, disusul oleh pengajuan dana tunai.

Baca Juga: Federal International Finance Siapkan Rp 806,97 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo

Selain itu, pembiayaan untuk produk elektronik dan perlengkapan rumah tangga melalui Spektra mencapai rata-rata realisasi sebesar Rp8,5 miliar.

Pada Januari 2025, porsi pembiayaan kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, telah mencapai rata-rata 80 persen di Bali.

Diperkirakan, penyaluran sepeda motor baru di Bali mencapai 8.000-10.000 unit, di mana sekitar 3.000-3.500 unit di antaranya menggunakan fasilitas pembiayaan dari FIF Group.

Untuk menggenjot realisasi target 2025, perusahaan menggelar program pameran Spektra Meriah di Ramayana Denpasar yang berlangsung dari 23 Februari hingga 1 Maret 2025.

Tingkat kepatuhan nasabah di Bali terbilang tinggi, terlihat dari rasio kredit bermasalah (non-performing finance/NPF) yang tercatat rendah, yaitu 1,05 persen pada 2024.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan bahwa sepanjang 2024, pembiayaan di Bali menunjukkan pertumbuhan positif.

OJK mencatat total penyaluran pembiayaan di Bali mencapai Rp12,08 triliun, tumbuh 12,42 persen. Pembiayaan tersebut didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, serta aktivitas penyewaan, sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan, dan layanan penunjang usaha lainnya.

Cek Berita dan Artikel Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img