PT SUCOFINDO, yang merupakan bagian dari holding BUMN Jasa Survei atau ID Survey, menjadikan hilirisasi industri sebagai salah satu fokus bisnis saat ini dan di masa depan. Perusahaan inspeksi ini mengincar jasa layanan Testing, Inspection, and Certification (TIC) seperti sertifikasi dan pengujian produk, serta konsultansi untuk berbagai sektor industri.
Direktur Utama PT SUCOFINDO, Jobi Triananda, menjelaskan, “Kami berperan strategis dalam mendukung hilirisasi industri dan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dalam pengelolaan aset perusahaan.” Sejak tahun 2019, SUCOFINDO mencatat total aset sebesar Rp3,6 triliun, yang diperoleh dari ekspansi layanan inspeksi, pengujian, dan sertifikasi.
Pada tahun 2022, aset perusahaan meningkat menjadi Rp4,2 triliun, didorong oleh diversifikasi layanan di sektor mineral, batu bara, minyak dan gas, serta pembangkit listrik. Hingga September 2024, total aset PT SUCOFINDO mencapai Rp4,9 triliun, dengan peningkatan yang masih didominasi oleh sektor mineral dan batu bara.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Evi Afiatin, menambahkan bahwa pencapaian pendapatan di tahun 2023 mencapai Rp3,04 triliun, dengan laba bersih sebesar Rp401 miliar. “Ini meningkat dibandingkan tahun 2022 yang mencatatkan pendapatan Rp2,9 triliun dan laba bersih Rp351 miliar,” ujarnya.
Evi juga menjelaskan bahwa kesuksesan ini berasal dari strategi jangka panjang perusahaan yang berfokus pada inovasi layanan, digitalisasi, dan penguatan portofolio jasa hijau di sektor-sektor kunci seperti energi terbarukan dan infrastruktur.
Dengan langkah ini, SUCOFINDO berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung tata kelola industri yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































