InfoEkonomi.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta klarifikasi dari PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) setelah saham perusahaan e-commerce tersebut mengalami lonjakan signifikan.
Pada Senin (7/10), saham BUKA melonjak hingga 25,22% menjadi Rp 144 per lembar, dipicu oleh spekulasi mengenai rencana akuisisi oleh platform e-commerce asal Cina, Temu.
Meskipun Temu telah mengajukan izin operasional di Indonesia tiga kali dan selalu ditolak, rumor ini tampaknya memengaruhi reaksi pasar. Pada hari berikutnya, Selasa (8/10), saham BUKA kembali menguat 2,08% menjadi Rp 147, dengan volume perdagangan mencapai 1,48 miliar.
Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Luthfi, menjelaskan bahwa kenaikan harga saham tersebut merupakan reaksi pasar terhadap informasi yang belum diverifikasi. Ia menekankan bahwa spekulasi semacam ini berada di luar kendali Bukalapak, dan mengingatkan para pemegang saham publik untuk berhati-hati dalam menanggapi informasi yang tidak terkonfirmasi.
“Investor dapat memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan sebelum membuat keputusan investasi terkait Bukalapak,” ungkap Cut Fika dikutip liputan6.com, Rabu (9/10).
Sementara itu, Cut Fika juga menegaskan bahwa Bukalapak tidak memiliki informasi mengenai rencana akuisisi oleh Temu. Pada perdagangan Rabu (9/10), saham BUKA ditutup turun 2,72% ke Rp 143, dengan volume perdagangan mencapai 1,49 miliar dan kapitalisasi pasar sebesar Rp 14,75 triliun. Dalam sepekan terakhir, saham BUKA mencatat kenaikan 19,17% dan melonjak 25,44% dalam sebulan terakhir.
































