LPEM FEB UI: Indonesia Sulit Jadi Negara Maju pada 2045

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) meramalkan bahwa cita-cita mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045 akan sulit tercapai.

Ini diungkapkan dalam publikasi terbaru LPEM UI berjudul “White Paper – Dari LPEM Bagi Indonesia: Agenda Ekonomi dan Masyarakat 2024-2029,” yang ditulis oleh peneliti Teguh Dartanto dan Canyon Keanu Can.

Dalam tulisannya, Teguh mencatat bahwa Indonesia pada 1 Juli 2020 naik kelas menjadi negara kelompok pendapatan menengah atas (upper middle income countries/UMIC) dengan pendapatan US$ 4.050. Namun, akibat pandemi COVID-19 yang menyebabkan kontraksi ekonomi, Indonesia terpaksa turun kembali ke kelompok negara pendapatan menengah bawah.

“Dengan pendapatan US$ 4.050 pada 2020, Indonesia hanya berada sedikit di atas batas bawah dari kelompok pendapatan kelas menengah atas,” ujar Teguh, menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia.

Teguh menjelaskan bahwa Indonesia membutuhkan waktu yang lama untuk meningkatkan pendapatannya. Dengan menggunakan rumus “the rule of 727,” jika Indonesia dapat mempertahankan pertumbuhan pendapatan (GNI) per kapita sebesar 5% per tahun, maka negara ini diperkirakan akan mencapai pendapatan US$ 9.160 pada tahun 2037. Namun, jika pertumbuhannya hanya 4% per tahun, target tersebut baru akan tercapai pada tahun 2040.

“Jika pertumbuhan pendapatan 6% per tahun, maka Indonesia akan mencapai pendapatan US$ 9.160 di tahun 2034,” tambahnya.

Teguh juga mencatat bahwa rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah krisis ekonomi dan sebelum pandemi COVID-19 (2000-2018) adalah sebesar 5,3%. Dia mengkhawatirkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta-merta mengurangi kemiskinan jika sektor-sektor yang berkembang tidak melibatkan kelompok miskin dan rentan.

“Pertanyaan pertumbuhan untuk siapa sangat penting untuk kita renungkan bersama. Mengejar pertumbuhan ekonomi semata akan menjadikan Indonesia kaya tetapi kemiskinan masih ada di mana-mana,” tegas Teguh.

Menurut Teguh, untuk menjadi negara maju, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, resilien, dan berkelanjutan. Ini memerlukan kualitas sumber daya manusia yang unggul, stabilitas sosial dan politik, serta institusi yang inklusif.

“Hal ini memungkinkan peningkatan produktivitas, sementara infrastruktur yang baik memfasilitasi pertumbuhan ekonomi,” kata Teguh.

Dengan analisis ini, LPEM FEB UI mengingatkan bahwa tanpa perhatian serius terhadap distribusi pendapatan dan peningkatan kualitas kehidupan, cita-cita menjadi negara maju pada 2045 akan tetap sulit dicapai.

 

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img