InfoEkonomi.ID – Diantara berbagai program dan kegiatan TJSL yang dilakukan, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Universitas Pasundan (Unpas) telah melakukan berbagai upaya kolaboratif untuk mewujudkan ketahanan pangan dan Energi Baru Terbarukan (EBT).
Pada tahun 2023, PTDI dan Unpas membangun Sorghum Center, dimana PTDI sebagai industri melakukan industrialisasi dan automasi mesin pengolahan sorgum dan Unpas sebagai lead pelaksana research & development teknologi pertainannya.
Dalam proses industrialisasi tersebut, PTDI melibatkan UMKM industri permesinan dan Unpas mengambil perannya dalam melakukan pemberdayaan Gabungan Kelopmpok Tani (Gapoktan) & UMKM penggiat pangan lokal Jawa Barat.
Dengan kolaborasi ini, PTDI dan Unpas bersinergi mendukung program ketahanan pangan nasional, sebagaimana amanat Presiden RI bahwa dalam mengantisipasi krisis pangan nasional, sorgum dapat dijadikan sebagai alternatif bahan pangan kedepan.
Di samping itu, PTDI dan Unpas juga berinisiasi menciptakan Bio Etanol dari bahan dasar/pati sorgum, yang kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah dengan kadar etanol 40-60%, untuk kebutuhan laboraturium dan farmasi 70-90%, serta sebagai bahan substitusi premium 90-100%, dalam rangka mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 7, yaitu Akses Energi Bersih & Terjangkau yang masuk ke dalam Pilar Pembangunan Lingkungan.
Upaya Pelestarian Lingkungan di Kawasan Perkantoran, maupun Desa Binaan
Dalam hal pelestarian lingkungan, pada tahun 2022 PTDI dan Unpas berkolaborasi dalam Program Bird Friendly sebagai upaya penghijauan kawasan perkantoran dengan menanam pohon Sacha Inchi (tumbuhan merambat) di beberapa titik di kawasan PTDI.
Dalam hal ini PTDI berkomitmen untuk menjadikan kawasan dengan banyaknya lahan hijau agar tidak terjadinya pencemaran udara, dimana pepohonan hijau ini juga nantinya akan berfungsi untuk mengikat gas polutan seperti karbondioksida, karena gas karbondioksida yang terlepas ke udara tersebut akan mencemari udara.
Adapun PTDI juga menjalankan Program Community Development dengan melakukan pemberdayaan masyarakat dan kemitraan, serta bina lingkungan di Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat sebagai Desa binaan PTDI. P
ada program ini, PTDI menyerahkan barang dan material sisa untuk dijadikan kerajinan, sehingga dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai jual untuk meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan pekerjaan baru, serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan.






























