Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

Penjelasan Perum BULOG Tuduhan Mark Up Harga Impor Beras

InfoEkonomi.ID – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) kembali menghadapi sorotan terkait isu demurrage atau keterlambatan bongkar muat dalam kegiatan impor komoditas. Hal ini sebelumnya telah dijelaskan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR.

Dalam rapat tersebut, Direktur Utama Perum BULOG, Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa demurrage merupakan bagian dari resiko handling komoditas impor yang tidak bisa dihindarkan.

- Advertisement -

“Jadi misalnya dijadwalkan 5 hari, menjadi 7 hari. Mungkin karena hujan, arus pelabuhan penuh, buruhnya tidak ada karena hari libur, dsb. Dalam mitigasi resiko importasi, Demurrage itu biaya yang sudah harus diperhitungkan dalam kegiatan ekspor impor. Adanya biaya demurrage menjadi bagian konsekuensi logis dari kegiatan eskpor impor. Kami selalu berusaha meminimumkan biaya demurrage dan itu sepenuhnya menjadi bagian dari biaya yang masuk dalam perhitungan pembiayaan perusahaan pengimpor atau pengeskpor,” ucapnya pada Kamis, 20 Juni 2024 lalu.

Isu ini kembali mencuat setelah adanya pemberitaan yang menyatakan kebingungan Komisi IV DPR terkait demurrage, yang dianggap sebagai biaya rutin dalam kegiatan ekspor impor. Budhy Setiawan dari Partai Golongan Karya, yang memimpin persidangan Rapat Dengar Pendapat, menyatakan bahwa demurrage dan despatch merupakan bagian dari proses yang lazim terjadi dalam kegiatan impor.

- Advertisement -

Budhy Setiawan dari Partai Golongan Karya, yang memimpin persidangan Rapat Dengar Pendapat, juga menyatakan, “Pemberitaan mengenai demurrage yang marak di media belakangan ini membuat bingung kami di Komisi IV, karena demurrage itu adalah biaya rutin yang lazim dilakukan pada saat kegiatan ekspor impor”.

Saat ini, Perum BULOG masih memperhitungkan total biaya demurrage yang harus dibayarkan, termasuk dengan melakukan negosiasi ke pihak Pelindo, pertanggungan pihak asuransi serta pihak jalur pengiriman. Menurut Bayu, perkiraan demurrage yang akan dibayarkan dibandingkan dengan nilai produk yang diimpor tidak lebih dari 3%.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img