Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

Bansos Beras Dipastikan Berlanjut Hingga Akhir 2024

InfoEkonomi.ID – Pemerintah telah menerapkan langkah antisipasi dalam menghadapi ancaman kekeringan yang bisa berujung pada kekurangan pangan. Salah satunya dengan memberikan bantalan ekonomi berupa program bantuan pangan (banpang) beras.

Karena menaruh perhatian besar akan hal itu, Presiden Joko Widodo konsisten memantau penyaluran banpang beras di pelosok negeri bersama Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi.

- Advertisement -

Presiden katakan kelanjutan program telah dipastikan melalui ketersediaan APBN. Jokowi juga menjamin beras yang disalurkan merupakan beras berkualitas yang dikelola oleh Perum Bulog.

“Begini, kemarin kita hitung, jadi nanti (banpang beras) akan dilanjutkan, yaitu masuk ke Agustus, masuk lagi ke Oktober, masuk lagi ke Desember. Kita syukuri karena hitung-hitungan APBN bisa seperti itu,” kata Jokowi di Gudang Bulog Bukit Tunggal, Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Rabu (26/6/2024).

- Advertisement -

“Ini berasnya yang diterima bagus bagus ya? Karena yang dikirimkan ke bapak ibu semuanya itu adalah beras-beras premium. Inilah perbaikan yang dilakukan pemerintah, yang dilakukan oleh Bulog karena kita tahu sekarang, Bulog terus memperbaiki manajemen pengelolaan yang ada di dalamnya,” sambungnya.

Kepala Negara turut mengelaborasi soal keseimbangan harga pangan pokok yang harus dijaga pemerintah. “Mengurus yang namanya beras itu bukan gampang. Kalau harganya naik, petani senang (tapi) ibu ibu tidak senang. Ini yang bertolak belakang. Itulah memang tugas pemerintah menyeimbangkannya,” sebut Presiden.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img