Senin, Mei 27, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Saham BSI Catat Kinerja Fundamental Positif, Analis Rekomendasikan Dibeli

InfoEkonomi.ID – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus menunjukkan kinerja fundamental yang positif dan berkelanjutan sejak berdiri pada tahun 2021. Kinerja apik ini mendapatkan apresiasi dari analis pasar modal yang merekomendasikan saham bank bersandi BRIS untuk dibeli, dengan target harga (target price) mencapai Rp3.400.

Dalam riset yang dipublikasikan baru-baru ini, analis saham dari UBS Sekuritas Indonesia, Joshua Tanja dan Ivan Reynaldo Sutheja, menyatakan bahwa pertumbuhan kinerja berkelanjutan BSI mendorong rekomendasi beli untuk saham BRIS.

- Advertisement -

Menurut mereka, kehadiran BSI telah memberikan pengaruh positif yang luar biasa terhadap sektor perbankan syariah di Indonesia, yang terus berkembang pesat dan lebih menguntungkan. Hal ini didukung oleh populasi sekitar 240 juta muslim di Indonesia, yang merupakan terbesar di dunia.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI mendominasi aset perbankan syariah, mencapai 42% pada tahun 2023. Margin pembiayaan bersih BSI yang tinggi sebesar 5,9% setara dengan empat bank besar (BMRI, BBRI, BBNI, dan BBCA), berkat biaya dana yang ‘superior’.

- Advertisement -

“Ke depan, menurunnya inflasi tidak hanya memberikan ruang untuk penurunan suku bunga dan prospek pendapatan margin bersih (NIM) yang lebih baik untuk proyeksi 2025, namun juga menunjukkan prospek kualitas aset yang lebih baik. Kami memulai dengan target harga Rp3.400 berdasarkan estimasi PB 3,0 X pada 2025,” tulis kedua analis dalam risetnya.

Adapun rekomendasi harga tersebut merupakan target selama 12 bulan. Oleh karena itu, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli saham BRIS. Adapun pada Mei 2024 hingga perdagangan Senin (13/5) BRIS diperdagangkan di kisaran level harga RpRp2.280-Rp2.790.

Terkait hal tersebut, Rizky Budinanda, Head of Investor Relation BSI menjelaskan, perseroan senantiasa menjaga konsistensi dalam memberikan manfaat bagi umat khususnya nasabah melalui kinerja berkelanjutan. Selain itu perseroan selalu berkomitmen memberikan potential gain kepada investor atas investasi di saham BRIS.

“Saham BRIS ke depan merefleksikan prospek positif pertumbuhan kinerja berkelanjutan. Baik kinerja keuangan, prospek pasar perbankan syariah di Tanah Air yang pertumbuhannya masih luas, juga secara umum industri perbankan Indonesia yang masih tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ujarnya menjelaskan.

- Advertisement -

Rizki lanjut merinci, laba BSI hingga kuartal I/2024 terdorong pula fokus perseroan pada dana murah dan mampu menjaga intermediasi dengan baik. DPK BSI pun tumbuh pesat, yaitu 10,43% secara tahunan mencapai Rp297 triliun yang didominasi oleh dana murah berupa tabungan wadiah dengan persentase mencapai 38%.

Tabungan Wadiah BSI atau tabungan tanpa margin tersebut tumbuh 10,38% YoY dengan jumlah nasabah mencapai 13,9 juta. Jumlah tersebut lebih dari 60% nasabah. Selain itu, dana murah di BSI mayoritas merupakan tabungan yang tumbuh 8,75% yoy, lebih tinggi dari industri sehingga cost of fund dapat terjaga.

Pencapaian tersebut berhasil membawa posisi BSI berada di peringkat 5 terbesar secara nasional dari sisi tabungan. Selain itu, dari segi pembiayaan mampu menyalurkan Rp247 triliun atau tumbuh 15,89% year on year (yoy), di mana sebanyak 54,62% disalurkan pada segmen konsumer.

Hingga kuartal I/2024, aset BSI mencapai Rp358 triliun tumbuh 14,25% atau tertinggi ke-3 di industri perbankan Tanah Air. Adapun Return On Asset (ROA) 2,51%, return on equity (ROE) 18,30%, dan financing to deposit ratio (FDR) sebesar 83,05%.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img