Senin, Juni 17, 2024
spot_img

Kemenkeu Klaim Reformasi Subsidi BBM Harus Tetap Dilakukan di 2025

InfoEkonomi.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa reformasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) perlu tetap dilakukan pada tahun 2025. Langkah ini diyakini dapat menghemat anggaran subsidi hingga Rp67,1 triliun per tahun.

Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2025, Kemenkeu menyatakan bahwa pengendalian subsidi dan kompensasi atas solar dan pertalite harus dilakukan dengan adil melalui pengendalian kategori konsumen.

- Advertisement -

Menurut Kemenkeu, saat ini solar dan pertalite dijual di bawah harga keekonomiannya, yang menyebabkan kompensasi besar harus dibayar oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Volume konsumsi solar dan pertalite terus meningkat, demikian juga beban subsidi dan kompensasinya, serta mayoritas dinikmati oleh rumah tangga kaya,” kata Kemenkeu yang dikutip dari CNN Indonesia pada Kamis (23/5).

- Advertisement -

Selain itu, polusi udara dari gas buang kendaraan menduduki posisi teratas, berkisar antara 32-57 persen. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang dapat mengendalikan konsumsi BBM.

Dengan pengendalian konsumen yang berkeadilan, diperkirakan dapat mengurangi volume konsumsi solar dan pertalite sebesar 17,8 juta KL per tahun.

“Keseluruhan simulasi reformasi subsidi dan kompensasi energi ini diproyeksikan akan menghasilkan efisiensi anggaran sebesar Rp67,1 triliun per tahun,” kata Kemenkeu.

Kendati, transformasi subsidi dan kompensasi energi harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat serta momentum yang tepat.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img