Senin, Mei 27, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Demplot Pupuk Kaltim Tingkatkan Produksi Padi Bone hingga 100 Persen

InfoEkonomi.ID – Pengembangan produktivitas pangan melalui Demonstration Plot (Demplot) terus digencarkan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), dengan meningkatkan realisasi program yang menyasar berbagai wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Pengembangan program demplot juga upaya meningkatkan penggunaan pupuk non subsidi di kalangan petani, guna menekan ketergantungan akan pupuk subsidi dengan hasil yang jauh lebih optimal.

- Advertisement -

Keberhasilan demplot Pupuk Kaltim pun secara bertahap terus menunjukkan peningkatan signifikan, dengan hasil rata-rata petani yang jauh diatas kapasitas produksi sebelum mengikuti program. Seperti yang dirasakan para petani Desa Bonto Padang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, yang mampu mencapai produktivitas hasil dengan potensi sebesar 10-11 ton per Hektare (Ha), dari sebelumnya berkisar 4-5 ton/Ha. Jumlah tersebut berdasarkan perhitungan hasil ubinan ukuran 2,5 x 2,5 Meter yang diterapkan pada lahan seluas 0,5 Ha.

VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty, mengungkapkan program demplot merupakan wujud kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung produktivitas pertanian nasional dan ketahanan pangan, dengan memberikan solusi pertanian berkelanjutan. Dimana demplot pupuk non subsidi ini terus didorong agar petani mampu memaksimalkan kapasitas produksi yang diharap makin berdampak terhadap kesejahteraan petani.

- Advertisement -

“Keberhasilan demplot ini wujud kesinambungan komitmen Pupuk Kaltim untuk terus berinovasi dalam mendukung petani Indonesia. Kami percaya dengan memberikan solusi pertanian berkelanjutan, Pupuk Kaltim dapat berkontribusi lebih nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” ujar Indah, Rabu (8/5/2024).

Untuk demplot kali ini, Pupuk Kaltim menggunakan pupuk tunggal Urea Granul, ditambah pupuk majemuk NPK Pelangi 20-10-10 dan pupuk hayati Ecofert. Kombinasi ini dimaksudkan untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan sistem akar tanaman, sekaligus menekan perkembangan penyakit secara maksimal. Sementara untuk bibit menggunakan varietas Ciliwung yang sudah umum digunakan oleh para petani setempat, dengan sistem tanam benih langsung (Tabela) sebagai metode penanaman yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lahan.

Pemilihan sistem Tabela memungkinkan penanaman benih secara langsung ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi kerugian benih dan mempercepat proses pertumbuhan. Sedangkan untuk dosis pemupukan, disesuaikan dari hasil pengujian tanah secara cermat dengan perencanaan matang tim agronomis Pupuk Kaltim, agar tambahan nutrisi yang diperlukan mulai tahap pertumbuhan tanaman bisa terpenuhi dengan baik.

“Pemupukan berimbang dan tata kelola lahan secara benar menjadi poin penting selama pendampingan petani pada demplot ini, sehingga optimalisasi lahan dengan produktivitas tanaman mampu mencapai hasil panen dua kali lipat dari sebelumnya,” lanjut Indah.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img