Rabu, April 24, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pertumbuhan Pinjaman Kredit Pintar Meningkat, Catat 7 Juta Nasabah di 2024

- Advertisement -

InfoEkonomi.ID – PT Kredit Pintar Indonesia atau Kredit Pintar mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam penyaluran pinjaman pada awal tahun 2024, khususnya di wilayah Jawa Timur Indonesia.

Data dari Kredit Pintar menunjukkan bahwa pertumbuhan positif per kuartal I/2024 dengan jumlah total peminjam yang telah mencapai lebih dari 7 juta nasabah sejak tahun 2017.

- Advertisement -

Sementara itu, untuk cakupan wilayah di seluruh Indonesia, pertumbuhan pinjaman di provinsi Jawa Timur, tercatat sepanjang Januari hingga Februari 2024 sebesar 11,34%.

“Kota Surabaya sendiri berkontribusi 23,18% terhadap penyaluran pinjaman Kredit Pintar di Jawa Timur,” ujar Puji Sukaryadi, Brand Manager Kredit Pintar, dalam siaran pers, Senin (1/4/2024).

- Advertisement -

Oleh karena itu, Kredit Pintar memberikan dukungannya kepada para pelaku UMKM, khususnya wirausaha muda Surabaya melalui program workshop Kelas Pintar Bersama, pada Sabtu (30/3/2024).

Melalui program tersebut diharapkan kapasitas usaha para UMKM bisa lebih berkembang lagi dan berpeluang untuk naik ke level yang lebih tinggi. Selain untuk meningkatkan kapasitas usaha, Kelas Pintar Bersama diselenggarakan sebagai upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

Pada 2024, Kredit Pintar akan memperluas gerakan tersebut di kota-kota mulai dari tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kotamadya, agar penetrasi digital dan layanan keuangan digital berjalan beriringan dengan kesiapan masyarakat.

Literasi dan inklusi keuangan menjadi salah satu faktor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan dampak yang merata dari pembangunan ekonomi Indonesia.

- Advertisement -

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68%, naik dibandingkan tahun 2019 sebesar 38,03%. Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 85,10%, meningkat dibanding SNLIK sebelumnya di tahun 2019 yaitu 76,19%.

Meskipun terjadi peningkatan dalam lima tahun terakhir, gap perbandingan angka inklusi dan literasi yang cukup tinggi masih mengindikasikan kurangnya pemahaman masyarakat akan produk-produk layanan keuangan yang ada saat ini dan bahkan mungkin telah mereka gunakan sehari-hari.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img