InfoEkonomi.ID – Perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia, PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) kembali menorehkan kinerja positif di sepanjang awal tahun 2024. Tercatat, Adira sukses menyalurkan pembiayaan sebesar Rp11 triliun di kuartal I-2024.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan 13% tau lebih tinggi Rp 300 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Chief of Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani, mengungkapkan bahwa meskipun pembiayaan untuk mobil turun sebesar 3%, atau sekitar Rp 100 miliar, namun hal ini diimbangi dengan kenaikan dalam pembiayaan sepeda motor dan multi-purpose loan, masing-masing naik sekitar Rp 200 miliar.
“Penurunan pembiayaan mobil tidak bisa dilepaskan pada penurunan penjualan otomotif nasional, karena baik data retail sales dan data wholesale semuanya menunjukkan penurunan double-digit,” kata Gani yang dilansir dari Kontan.co.id, Rabu (17/4).
Sebagai informasi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional pada Januari-Maret 2024 tercatat sebanyak 215.069 unit. Angka ini turun 23,9% year on year (YoY) dibandingkan penjualan wholesales mobil nasional pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu 282.601 unit.
Secara umum, Adira Finance melakukan underwriting yang prudent dan selektif. “Artinya jika ada peluang pertumbuhan yang sehat dan profitable, mestinya kami akan mengambil peluang tersebut, demikian juga sebaliknya,” tuturnya.
































