Rabu, April 24, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Top! Neraca Dagang Indonesia Surplus 46 Bulan Berturut-turut

- Advertisement -

InfoEkonomi.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) kembali mencatatkan surplus selama 46 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 hingga Februari 2024. Tercatat, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar US$0,87 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar US$1,13 miliar dibanding bulan sebelumnya.

“Dengan demikian neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 46 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers, Jumat (15/3).

- Advertisement -

Surplus neraca perdagangan Februari 2024 lebih didukung oleh surplus pada komoditas non-migas, yakni sebesar US$2,63 miliar. Komoditas utama yang menyumbang surplus adalah bahan bakar mineral (HS27), lemak dan minyak hewan nabati (HS15), serta besi dan baja (HS72).

Secara kumulatif, Januari hingga Februari 2024 surplus neraca perdagangan barang Indonesia mencapai US$2,87 miliar. Angkan ini turun US$6,42 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

- Advertisement -

Melansir informasi dari CNN Indonesia, berikut perkembangan ekspor dan impor Indonesia sepanjang Februari 2024:

Nilai ekspor Indonesia pada Februari ini tercatat US$19,31 miliar atau turun 5,79 persen dibandingkan Januari 2024. Rinciannya, ekspor migas tercatat senilai US$1,22 miliar atau turun 12,93 persen dan nilai ekspor non migas turun 5,27 persen dengan nilai ekspor US$18,09 miliar.

Menurut Amalia, penurunan ekspor pada Februari didorong oleh penurunan ekspor non migas terutama pada besi dan baja (HS72) dengan andil penurunan sebesar 3,26 persen.

Lalu, lemak dan minyak hewani nabati (HS15) dengan andil penurunan sebesar 2,6 persen serta logam mulia dan perhiasan permata (HS71) dengan andil penurunan sebesar 0,6 persen.

- Advertisement -

Sementara, penurunan ekspor migas didorong oleh penurunan nilai ekspor gas dengan andil penurunan sebesar 1,58 persen.

“Secara tahunan nilai ekspor Februari 2024 Mengalami penurunan sebesar 9,45 persen kontraksi ini didorong oleh penurunan ekspor non migas terutama pada lemak dan minyak hewan nabati (HS15) bahan bakar mineral (HS27) dan besi baja (HS72),” tutur Amalia.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img