Rabu, April 24, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Strategi Pemerintah Atasi Kenaikan Harga Beras Gelontorkan Bantuan Pangan

- Advertisement -

InfoEkonomi.ID – Sebagai salah satu langkah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus untuk menekan angka inflasi, Pemerintah telah menghadirkan sejumlah program bantuan sosial (bansos) yang rutin disalurkan untuk masyarakat sasaran.

Pada Maret 2023, bantuan beras diluncurkan untuk pertama kalinya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu upaya menekan laju kenaikan harga beras yang terus melonjak sejak Agustus 2022.

- Advertisement -

Selain itu, Pemerintah juga menyediakan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan melalui Bulog. Beras ini memiliki peranan yang sangat penting untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu. Beras yang disalurkan setara dengan beras medium, namun dijual dengan harga yang lebih murah.

Harga yang dipatok untuk beras SPHP pada zona 1 sebesar Rp10.900 per kilogram, zona 2 Rp11.500 per kilogram dan zona 3 Rp11.800 per kilogram. Beras ini cukup diminati lantaran mudah didapat di pasar tradisional, ritel modern, outlet Perum Bulog dan pemerintah daerah.

- Advertisement -

Beras tersebut memang menyasar masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan bantuan pangan beras diberikan khusus kepada 22 juta masyarakat yang tidak mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Memasuki 2024, masalah kenaikan harga beras ternyata belum berakhir. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Januari 2024 sebanyak 28 provinsi, di mana seluruh provinsi yang berada di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara mengalami kenaikan harga beras.

Komoditas beras mengalami inflasi sebesar 0,64 persen pada Januari 2024, dengan andil terhadap inflasi utama sebesar 0,03 persen.

Komoditas pangan, termasuk beras, gula, daging dan telur dikategorikan sebagai komoditas yang harganya mudah bergejolak. Naik dan turunnya harga yang cepat dan tak terduga inilah yang menyebabkan inflasi volatile good.

- Advertisement -

Oleh karena itu, Pemerintah melakukan berbagai upaya guna menekan harga beras dan meredam laju inflasi. Salah satu caranya adalah dengan memperpanjang bantuan pangan beras hingga Juni 2024.

Hal ini merupakan imbas dari perubahan cuaca yang tak menentu, fenomena El Nino, dan sejumlah negara yang menahan ekspor beras hingga menyebabkan kenaikan harga beras di pasar global. Apalagi panen beras di dalam negeri yang relatif rendah dibandingkan dengan permintaan pasar.

Pemerintah telah memutuskan untuk menyalurkan kembali bantuan pangan beras pada tahun ini untuk membantu masyarakat berpendapatan rendah.

Program ini merupakan salah satu cara pemanfaatan cadangan beras pemerintah (CBP) sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah.

Tujuan utama dari bantuan pangan ini untuk mengendalikan harga beras agar tidak terus melonjak dan menjaga inflasi tetap terkendali, khususnya pada komoditas pangan. “Jadi, bantuan pangan beras ini salah satu intervensi dalam meredam inflasi,” ujar Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img