Rabu, April 24, 2024
spot_img

BERITA UNGGULAN

Bisakah Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di 2024? Ini Kata Bos BI

- Advertisement -

InfoEkonomi.ID – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat dalam kisaran antara 4,7 hingga 5,5 persen, tentunya didorong oleh sejumlah faktor penting.

Menurut Gubernur BI, Perry Warjiyo, prospek tersebut dipengaruhi oleh perbaikan dalam sektor ekspor yang seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi global, serta permintaan domestik yang tetap kuat, didukung oleh keyakinan positif para pelaku ekonomi.

- Advertisement -

“Konsumsi rumah tangga dan investasi khususnya nonbangunan perlu terus didorong agar dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya dalam konferensi pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (21/2).

Pada awalnya, ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik dari perkiraan. Pada triwulan IV 2023, pertumbuhan mencapai 5,04 persen (year on year/yoy), meningkat dari 4,94 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya. Dengan demikian, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 5,05 persen.

- Advertisement -

Perry menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh kenaikan ekspor, peningkatan investasi di sektor bangunan, dan dampak positif dari pelaksanaan Pemilu.

“Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi 2023 antara lain ditopang oleh LU yang terkait mobilitas seperti perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, informasi dan komunikasi, serta penyediaan akomodasi dan makan minum,” tuturnya.

Perry juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang kuat terjadi di banyak wilayah Indonesia, dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti oleh Kalimantan dan Jawa.

Selanjutnya, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada tahun 2023 diperkirakan akan mencatat surplus, didukung oleh terbatasnya defisit transaksi berjalan dan surplus dalam transaksi modal dan finansial.

- Advertisement -

“Perkembangan terkini menunjukkan surplus neraca perdagangan masih berlanjut pada Januari 2024 sebesar US$2,0 miliar dipengaruhi oleh ekspor nonmigas yang kuat,” imbuh Perry.

Ia menjelaskan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi, aliran masuk modal asing di pasar keuangan domestik terus berlanjut, tercermin dari investasi portofolio yang mencatat net inflows sebesar US$3,1 miliar pada triwulan I 2024 atau hingga 19 Februari 2024.

Sementara, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Januari 2024 tetap tinggi sebesar US$145,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img