InfoEkonomi.ID – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimistis proses spin off atau pemisahan perusahaan bisnis unit syariahnya akan terlaksana di tahun ini.
Hal tersebut melihat, aset bisnis BTN Syariah yang sudah melampaui batas minimal untuk melakukan pemisahan dengan induk perusahaan.
Ketentuan ini sesuai dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengatur langkah pemisahan atau kerap dikenal spin off bisa dilakukan ketika aset paling sedikit mencapai Rp 50 triliun. Sementara, aset UUS BTN Syariah sepanjang 2023 sudah tercatat sekitar Rp 53 triliun.
Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengungkapkan bahwa spin off akan dilakukan setelah rencana akuisisi terhadap bank syariah dilakukan. Setidaknya, enam bulan pasca proses akuisisi setelah.
Seperti diketahui, BTN akan terlebih dahulu mengakuisisi bank syariah untuk nantinya menampung portofolio milik unit usaha BTN Syariah. Ada dua bank syariah yang kabarnya telah diincar oleh BTN dan telah dikirim Letter of Interest (LOI).
“Menunggu proses due diligence selesai dilakukan. Spin off pasti tahun ini dan akuisisi selesai sekitar April 2024” ujar Nixon, belum lama ini.
Memang, Nixon belum mau menyampaikan bank syariah mana yang akan diincar. Hanya saja, Bank Victoria Syariah dan Bank Muamalat menjadi dua bank yang kerap dikaitkan dengan bank pelat merah yang fokus pada kredit perumahan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae bilang saat ini belum ada permohonan perizinan terkait rencana aksi korporasi antara BTN dan Bank Muamalat. Namun demikian, Dian menegaskan kedua pihak telah melakukan komunikasi dengan OJK.
Dian bilang pihaknya akan segera mengevaluasi dan memproses sesuai ketentuan yang berlaku, jika terdapat bank yang mengajukan permohonan kepada OJK, terkait spin off ini.
“OJK akan mendukung langkah konsolidasi yang akan dilakukan dalam rangka pengembangan perbankan syariah Indonesia,”
Hanya saja, Dian kembali mengingatkan bahwa OJK akan mendorong terjadinya konsolidasi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah untuk menjadi bank syariah baru dengan minimal total aset Rp 200 triliun.
“Dengan upaya konsolidasi ini diharapkan struktur pasar perbankan syariah kedepan akan lebih ideal dengan kehadiran beberapa bank syariah berskala besar yang lebih kompetitif,” tandas Dian.
https://keuangan.kontan.co.id/news/spin-off-unit-usaha-syariah-btn-ditargetkan-terealisasi-paling-cepat-akhir-2023