Yuk Simak Tips Kembangkan Bisnis Start-Up Lebih Optimal!

InfoEkonomi.ID – Kata start-up sebenarnya serapan dari bahasa Inggris yang merujuk pada suatu bisnis atau perusahaan rintisan. Dalam hal ini, perusahaan start-up merupakan perusahaan yang baru beroperasi dan masih berada dalam fase pengembangan untuk terus mengembangkan produk dan menemukan target pasar yang tepat.

Pengertian mengenai bisnis start-up juga dijelaskan oleh Neil Blumenthal, yang merupakan salah satu pendiri dan CEO Warby Parker, sebuah start-up yang berfokus pada penjualan kacamata online di New York. Neil mendefinisikan start-up sebagai perusahaan rintisan yang dirancang untuk memecahkan masalah sehingga bisa menghasilkan produk atau layanan sebagai solusi bagi banyak orang.

- Advertisement -

Namun, saat ini istilah start-up sering kali dikaitkan dengan perusahaan rintisan yang fokusnya pada bisnis berbasis teknologi. Hal tersebut dikarenakan banyak perusahaan start-up yang mengembangkan bisnisnya dengan bantuan teknologi masa kini. Selain itu, istilah bisnis start-up juga mulai populer secara nasional maupun internasional pada fenomena ‘bubble dot-com’.

Fenomena ‘bubble dot-com’ merupakan masa ketika banyak perusahaan ‘dot-com’ yang didirikan acara bersamaan pada periode tahun 1998 hingga 2000. Pada masa tersebut, banyak perusahaan yang sedang gencar membuka website untuk mengembangkan model bisnisnya. Dengan begitu, semakin banyak orang yang mengenal internet sebagai media baru untuk memulai dan mengembangkan sebuah bisnis start-up.

- Advertisement -

Karakteristik Bisnis Start-Up
Sebuah perusahaan bisa dikatakan sebagai start-up jika memiliki tiga faktor penting, di antaranya pendiri atau founder, investor atau pemilik dana, dan produk atau layanannya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah karakteristik bisnis start-up yang perlu Anda ketahui:

  1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
  2. Perusahaan masih dalam tahap perkembangan
  3. Produk dan jasa yang ditawarkan ke pasar berpotensi berubah-ubah
  4. Memiliki pegawai yang jumlahnya tidak lebih dari 20 orang
  5. Modal yang digunakan tergantung pada pengembangan bisnis
  6. Pendapatan maksimal perusahaan tidak lebih dari Rp140 juta pertahun, atau pendapatan bulannya maksimal Rp11,5 juta. Jika harian, pendapatannya sekitar Rp380 ribu
  7. Umumnya berfokus pada perkembangan bisnis yang cepat
  8. Mengandalkan lebih banyak teknologi informasi dan elektronik
  9. Model bisnis yang adaptif

Dalam lingkup startup, sebuah perusahaan bisa dinilai berkembang jika dilihat dari tiga kategori, yaitu kategori unicorn, decacorn, dan hectacorn. Menurut Kominfo, bisnis start-up yang masuk ke dalam kategori unicorn merupakan perusahaan yang memiliki nilai korporasi lebih dari 1 miliar dollar AS atau setara Rp14 triliun (jika mengacu pada kurs Rp14.000).

Bisnis start-up yang masuk kategori decacorn merupakan perusahaan rintisan dengan valuasi mencapai 10 miliar dollar AS. Sedangkan, kategori hectacorn mengacu pada perusahaan start-up kelas besar dengan valuasi Rp100 miliar dollar AS.

Peluang Bisnis Start-Up
Saat ini peluang bisnis start-up dalam negeri memang cukup menjanjikan. Indonesia sendiri merupakan salah satu dari 10 negara dengan jumlah bisnis start-up terbanyak di dunia hingga tahun 2022.

- Advertisement -

Hal ini dibuktikan dengan data dari StartupRanking yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 2.449 perusahaan rintisan dan menduduki posisi keenam terbanyak di dunia.

Sementara itu, posisi pertama diduduki oleh Amerika Serikat (AS) dengan jumlah start-up sekitar 74,665 dan posisi kedua diduduki oleh India dengan jumlah bisnis start-up sekitar 15,268.

Meskipun bisnis start-up identik dengan teknologi, namun sebenarnya peluang bisnis ini tidak terbatas pada perusahaan-perusahaan yang hi-tech. Banyak pula ide bisnis yang bisa dikembangkan menjadi perusahaan start-up, termasuk usaha menengah kecil dan menengah.

Melihat peluang yang cukup besar tersebut, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengembangkan bisnis start-up dengan karakteristik yang jelas dan inovasi yang menarik agar bisa menggaet pasar yang tepat.

Tips Mengembangkan Bisnis Start-Up
Seperti yang telah dijelaskan, bisnis start-up memiliki peluang yang cukup besar dan Anda pun bisa mengembangkan bisnis ini dengan baik. Namun, pada kenyataannya, tidak semua bisnis start-up bisa mempunyai hasil akhir yang memuaskan.

Banyak kendala dan masalah yang mungkin muncul dan bisa menyebabkan pelaku bisnis berhenti di tengah jalan. Anda tentunya tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan? Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis start-up , di antaranya:

Buat model bisnis yang jelas
Model bisnis merupakan salah satu elemen terpenting yang menentukan kesuksesan start-up. Dengan memiliki model bisnis yang jelas, Anda bisa mengidentifikasi target pasar yang tepat, aliran produksi, penentuan produk dan layanan, analisis kompetitor, hingga anggaran yang dibutuhkan. Oleh karena itu, model bisnis yang jelas dan rinci bisa menghasilkan keuntungan yang menjanjikan bagi perusahaan Anda.

Fokus
Saat mengembangkan bisnis start-up, banyak kendala dan masalah yang akan Anda hadapi. Di kondisi seperti ini, terkadang banyak pelaku bisnis yang goyah dan berpikir untuk menjalankan bisnis baru. Hal tersebut sebaiknya Anda hindari agar bisnis start-up yang dikembangkan terus berjalan. Itulah sebabnya, penting bagi Anda untuk tetap fokus dan konsisten bila menghadapi kendala dan masalah di depan mata.

Terus berinovasi
Inovasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan oleh para pelaku bisnis. Pasalnya, saat ini sudah banyak bisnis start-up yang bersaing di pasaran. Dengan terus berinovasi, Anda pun bisa terus mengembangkan bisnis ini. Pastikan Anda melihat tren terkini dan memiliki jadwal yang jelas untuk menciptakan produk atau layanan baru untuk bisa terus bersaing.

Perluas networking
Mengembangkan sebuah bisnis artinya Anda juga harus siap menjaga hubungan baik atau networking dengan banyak pihak, mulai dari karyawan, pelanggan, supplier, kompetitor, dan pihak lainnya. Dengan hubungan yang baik, kredibilitas bisnis pun akan lebih baik pula, sehingga mereka akan lebih percaya kepada bisnis Anda.

Tentukan strategi pemasaran yang tepat
Tak sedikit perusahaan start-up yang mengeluarkan anggaran berlebih tanpa adanya strategi pemasaran yang tepat dan matang. Hal tersebut justru menyebabkan anggaran pemasaran jadi membengkak tetapi tidak mendapatkan hasil yang sepadan. Jika Anda ingin melakukan strategi promosi, cobalah buat strategi yang tepat dan matang, tentunya sesuai juga dengan karakteristik target pasar dari bisnis Anda.

Manajemen keuangan
Keberhasilan sebuah bisnis start-up juga ditentukan dari manajemen keuangan sebuah perusahaan. Pastikan untuk selalu memisahkan dana untuk pengembangan bisnis dan dana untuk kebutuhan lain. Dengan begitu, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih baik dan efisien.

Sumber: Cimbniaga

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img