InfoEkonomi.ID – Akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia, Bendungan Bener yang sedang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) ini telah berhasil dilakukan tunnel breakthrough (8/5).
Disaksikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dwi Purwantoro, bendungan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
“Nantinya Bendungan Bener akan menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 156 meter, panjang timbunan 534 meter dan lebar puncak bendungan 12 meter. Dalam paket pengerjaannya Brantas Abipraya berfokus pada main dam, pembuatan akses jalan dan terowongan,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.
Menjadi bagian dari PSN yang telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, Bendungan Bener ini bakal dapat mengairi lahan pertanian seluas 15.519 Ha, konservasi dan reduksi banjir untuk wilayah selatan Purworejo.
Fungsi lainnya, bendungan ini juga berpotensi menyediakan air baku untuk keperluan rumah tangga, kota dan industri sebesar 1.500 liter/detik ke 10 Kecamatan di Kabupaten Purworejo, 3 Kecamatan di Kabupaten Kebumen dan 2 Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo.
Tak hanya itu, Toha menambahkan bahwa bendungan ini juga akan difungsikan sebagai PLTA, pasalnya Bendungan Bener dapat menyuplai energi listrik sebesar 10 megawatt (MW).
Terletak di Jawa Tengah, Bendungan Bener ini memiliki kapasitas tampungan air 100,94 juta meter kubik. Lokasinya yang diapit dua bukit ini membuat Bendungan Bener berpotensi menjadi tempat wisata alam dan disata air dan dapat mengembangkan sektor perikanan juga.
“Kami akan pastikan bendungan ini dapat tuntas dengan mutu dan kualitas terbaik, tepat mutu dan biaya serta mengutamakan kesehatan dan keselamatan di lapangan. Brantas Abipraya berkomitmen akan rampungkan proyek ini tepat waktu agar masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari Bendungan Bener ini,” tutup Toha.
































