InfoEkonomi.ID – PT Phapros Tbk (PEHA) salah satu perusahaan yang tergabung dalam Holding BUMN Farmasi menyatakan optimistis bisa meraih target pertumbuhan dobel digit di sepanjang tahun 2023. Hal itu diyakini akan tercapai lantaran prospek-prospek bisnis farmasi yang telah menunjukkan tren peningkatan.
Sekretaris Perusahaan PT Phapros Tbk, Zahmila Akbar, menyatakan anjloknya laba PEHA menjelaskan prospek penjualan produk farmasi saat ini mulai meningkat, khususnya untuk produk-produk peresepan non Covid-19 yang sebelumnya selama pandemi Covid-19 mengalami penurunan.
“Terutama misal di sektor obat-obat injeksi, obat terkait gigi, serta penyakit degeneratif,” ujar dia pada, Senin (10/4).
Tak hanya itu, adanya perubahan pola hidup masyarakat yang menerapkan gaya hidup sehat juga dinilai akan meningkatkan penjualan PEHA. Sebab kini masyarakat mulai sadar untuk mengkonsumsi multivitamin.
“Sehingga ini menjadikan driven tersendiri bagi sektor farmasi,” katanya.
Dengan adanya prospek yang bertumbuh, PEHA pun menargetkan pertumbuhan pendapatan dobel digit dan tumbuh di atas rata-rata industri farmasi lain.
Perseroan pun akan menjalankan sejumlah strategi bersaing antara lain dengan meningkatkan spreading produk, inovasi melalui peluncuran 10 produk baru di 2023 untuk melengkapi lini kelas terapi di sektor obat resep dan obat bebas.
Kemudian melakukan rebranding dan relaunch produk-produk obat bebas serta meningkatkan efisiensi di produksi dan meningkatkan performance dalam supply chain.
Sebagai informasi, di sepanjang tahun 2022 pendapatan PEHA tumbuh 10,47% year on year (YoY) menjadi Rp 1,16 triliun. Pada saat yang sama, laba bersih anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) ini melesat 153,47% YoY menjadi Rp 28,06 miliar, dilansir dari Kontan.
































