InfoEkonomi.ID – PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) memulai penawaran umum saham pada 27 Februari hingga 1 Maret 2023. Harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) tersebut dipatok Rp 200 per saham dari sebelumnya di kisaran Rp 188-200.
Berdikari Pondasi Perkasa melepas sebanyak 706,1 juta saham atau 15% kepada publik. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana sebesar Rp 141,2 miliar.
Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya akan dipakai untuk modal kerja. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Semesta Indovest Sekuritas.
Berdikari Pondasi juga menerbitkan sebanyak 353,05 juta waran seri I. Waran ini diberikan secara gratis sebagai insentif. Setiap pemegang 2 saham IPO berhak mendapatkan 1 waran. Kemudian, pemegang 1 waran berhak membeli 1 saham pada periode tertentu dengan harga pelaksanaan Rp 500. Dana hasil pelaksanaan waran sebesar Rp 176,52 miliar.
Setelah penawaran umum, emiten baru yang akan menggunakan kode saham BDKR tersebut akan melakukan pejatahan saham pada 1 Maret 2023 dan distribusi pada 2 Maret 2023.
“Pencatatan saham dan waran di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 Maret 2023,” sebut manajemen BDKR dalam informasi tambahan atas prospektus ringkas IPO, yang dikutip dari laman Investordaily, Senin (27/2/2023).
BDKR didirikan pada tahun 1984 dengan spesialisasi di bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi dermaga (marine and jetty construction), pengangkatan berat (heavy lift), dan penyewaan crane. Perseroan telah berpengalaman selama 38 tahun, yang diperoleh dari bekerja di beberapa proyek yang sangat menantang dalam hal teknis maupun kondisi lapangan.
BDKR mampu melakukan segala jenis pekerjaan, mulai dari subkontrak service hingga turn-key engineering, procurement, and construction (EPC). Lingkup geografis perseroan tersebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia.
































