Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Mobility as a Service (MaaS) Sudah Hadir di Jabodetabek?

InfoEkonomi.ID – Sekitar 5 tahun ke belakang, mungkin kita sudah menggunakan transportasi dengan sebuah platform aplikasi operator transportasi dari titik A ke titik B dengan cara memesan sebuah tiket serta harga yang sudah tercantum di dalamnya. Akan tetapi, pemesanan tiket tersebut hanyalah untuk satu transportasi dan satu tujuan saja, tanpa terhubung dengan transportasi lainnya. Jika ingin melanjutkan tujuan berikutnya, maka kita perlu menggunakan aplikasi operator transportasi lainnya. Dan begitu seterusnya, sangat tidak efektif dan efisien bukan?

Jawabannya, ya tentu saja TIDAK. Kita bisa membayangkan dengan kondisi demikian, di smartphone kita akan terdapat banyak aplikasi operator transportasi, ditambah dengan tarif berbeda-beda yang berlaku masing-masing operator. Tentulah harganya menjadi relatif mahal, karena kita menggunakan banyak jasa operator. Belum ditambah lagi aplikasi lain yang juga menggunakan aplikasi sendiri. Sehingga akibatnya semakin banyak aplikasi yang bertengger di smartphone, bisa memakan memori yang besar sehingga smartphone kita menjadi lemot.

- Advertisement -

Di beberapa negara maju di dunia, konsep terintegrasi dalam satu platform aplikasi dalam bermobilitas sudah mulai diterapkan, sebut saja Perancis, Korea Selatan, Hongkong, dan Singapura. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas menggunakan aneka ragam transportasi, baik milik publik maupun swasta. Konsep itu dikenal dengan istilah Mobility as a Service, yang juga dikenal sebagai MaaS dan kadang-kadang disebut sebagai Transportation as a Service (TaaS), yaitu sebuah model transportasi orang yang berpusat pada konsumen atau penumpang. Sehingga penumpang dapat menentukan secara bebas transportasi apa saja yang akan digunakan dalam satu atau beberapa tujuan.

MaaS adalah platform yang fungsinya secara real-time sesuai permintaan penumpang yang dapat mencakup kombinasi metode transportasi apa pun seperti berbagi bus, komuter, sepeda, taksi dan penyewaan mobil, serta menyediakan segalanya untuk penumpan/konsumen mulai dari perencanaan perjalanan hingga pembayaran. Ringkasnya, penumpang cukup menggunakan satu aplikasi dan kita dapat memiliki akses ke ragam transportasi, dengan cara yang lebih nyaman dan terjangkau untuk berkeliling hingga ke sudut perkotaan.

- Advertisement -

Adapun inti dari MaaS ini adalah untuk memberikan kemudahan maksimal kepada penumpang yang hendak bepergian dari titik A menuju titik B cukup dengan melakukan sekali pembayaran di awal, meskipun penumpang menggunakan lebih dari satu moda. Ketika program MaaS ini sudah berjalan dan disinergikan dengan teknologi pendukung yang dapat memanjakan penumpang, diharapkan penerapan MaaS ini akan mendokngkrak pengalaman mobilitas seseorang dan mendongkrak peningkatan pengguna angkutan umum.

MaaS dapat memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna dengan berbagai layanan transportasi baik untuk pelancong maupun barang, menawarkan transportasi yang dibuat khusus sesuai permintaan. Penyedia layanan MaaS mengatur sarana transportasi yang paling sesuai untuk memenuhi kebutuhan penumpang, baik angkutan umum, taksi atau sewa mobil atau bahkan ride-, car- atau bike-sharing.

Untuk memenuhi permintaan penumpang, operator penyedia MaaS menyelenggarakan beragam menu pilihan transportasi, termasuk (tetapi tidak terbatas pada) transportasi umum, mode aktif seperti berjalan kaki dan bersepeda, berbagi tumpangan/mobil/sepeda, taksi, dan rental atau sewa mobil, atau kombinasi dari transportasi tersebut. MaaS bertujuan untuk menjadi alternatif pilihan bertransportasi dengan nilai terbaik untuk pengguna, masyarakat, dan lingkungan.
Layanan MaaS yang sukses juga menghadirkan model dan cara bisnis baru untuk mengatur dan mengoperasikan berbagai pilihan transportasi, dengan keuntungan bagi operator transportasi termasuk akses ke informasi pengguna dan permintaan yang lebih baik serta peluang baru untuk melayani kebutuhan yang belum terpenuhi.

Penerapan MaaS di Jabodetabek

- Advertisement -

Setelah setahun Aplikasi JakLingko dikembangkan, kini platform aplikasi pelayanan publik untuk bertransportasi ini mulai bisa digunakan oleh penumpang transportasi umum di Jabodetabek secara bertahap. Kendati masih dalam proses pengembangan secara terus-menerus, aplikasi ini setidaknya sudah mulai memberikan kemudahan penumpang.

Sejak PT JakLingko Indonesia menyatakan sistem integrasi transportasi melalui layanan seluruh mobilitas atau “Mobility as a Service” mulai berjalan pada April 2022, yang ditandai dengan terintegrasinya dengan angkutan pengumpan seperti ojek online, dan kedepannya akan terintegrasi juga dengan angkutan pemukiman dan angkutan lainnya. Lewat aplikasi besutan anak usaha BUMD DKI Jakarta tersebut, pengguna dapat merencanakan, memesan dan membayar berbagai jenis layanan mobilitas dalam satu genggaman.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Artikel Terkait

Info Hari Ini

HOT NEWS

4,488FansSuka
6,727PengikutMengikuti
2,176PelangganBerlangganan

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img