Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG dibuka menguat pada perdagangan Rabu (11/03), di tengah meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap perkembangan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. IHSG naik 43,86 poin atau 0,59 persen ke level 7.484,77. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 0,50 persen ke posisi 763,75.
Menurut analisis Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, meski terjadi rebound pasar saham dan penguatan Rupiah, pasar keuangan Indonesia masih berpotensi menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global yang tinggi. Sentimen negatif terutama datang dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait keamanan jalur pengiriman minyak di Selat Hormuz.
“Meski terjadi rebound di pasar saham dan penguatan Rupiah, pasar keuangan Indonesia masih diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini akibat ketidakpastian global yang masih tinggi,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (11/3).
Ketidakpastian meningkat setelah muncul klaim bahwa Angkatan Laut AS telah mengawal kapal tanker di kawasan tersebut, namun kemudian dibantah oleh pemerintah AS. Selain itu, laporan mengenai dugaan penempatan ranjau oleh Iran menambah kekhawatiran investor global.
Dampak gejolak ini turut terlihat pada pergerakan harga minyak. Pada pukul 09.40 WIB, minyak jenis WTI tercatat naik 1,67 persen menjadi 84,84 dolar AS per barel, sementara minyak Brent naik 1,36 persen ke 88,99 dolar AS per barel.
Di sisi lain, pasar juga menantikan rilis data inflasi AS yang akan menjadi acuan utama arah kebijakan suku bunga The Fed pada pertemuan FOMC Meeting mendatang. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperpanjang periode suku bunga tinggi, memperkuat dolar AS, serta menekan pasar saham dan mata uang negara berkembang.
Secara makroekonomi, data kawasan Asia menunjukkan perbaikan fundamental. Pertumbuhan ekonomi Jepang pada kuartal IV-2025 direvisi naik menjadi 0,3 persen, sementara China mencatat surplus perdagangan besar mencapai 213,62 miliar dolar AS.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu konferensi pers terkait kondisi fiskal yang akan disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta perkembangan proses percepatan seleksi pimpinan Otoritas Jasa Keuangan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, Bank Indonesia melaporkan Indeks Penjualan Riil Januari 2026 tumbuh 5,7 persen (yoy).
Secara global, bursa Eropa pada Selasa (10/03) kompak menguat. Di antaranya Euro Stoxx 50 naik 2,73 persen, FTSE 100 menguat 1,59 persen, DAX naik 2,39 persen, dan CAC menguat 1,79 persen.
Berbeda dengan Eropa, bursa saham AS justru melemah, dengan Nasdaq Composite turun 0,04 persen, S&P 500 turun 0,21 persen, dan Dow Jones melemah 0,07 persen.
Sementara itu, bursa Asia pagi ini bergerak variatif. Nikkei melonjak 2,10 persen, Hang Seng naik 0,21 persen, Shanghai Composite menguat 0,08 persen, sedangkan Strait Times melemah 0,20 persen.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































