IHSG Menguat di Pembukaan, Tapi Analis Prediksi Pelemahan Terbatas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak variatif pada perdagangan Selasa (31/3) di tengah meningkatnya ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan sikap dovish. Sentimen global yang penuh ketidakpastian, terutama terkait konflik antara AS dan Iran, turut membayangi pergerakan pasar.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG menguat 31,32 poin atau 0,44 persen ke level 7.122,99. Indeks LQ45 ikut naik 3,16 poin atau 0,44 persen ke posisi 720,65. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG masih berpotensi melemah terbatas dengan kisaran support–resistance di 7.000 hingga 7.240.

- Advertisement -

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 7.000- 7.240,” ujarnya dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell menjadi perhatian utama. Powell menyebutkan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang AS masih terkendali. Meski begitu, pihaknya terus memantau dampak eskalasi konflik AS–Israel dengan Iran. Komentar tersebut memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa inflasi belum tentu meningkat sehingga potensi kenaikan suku bunga The Fed dianggap semakin kecil.

- Advertisement -

Namun, kenaikan harga minyak dunia tetap menjadi kekhawatiran. Harga yang terus melonjak hingga mencatat kenaikan sekitar 90 persen membuka risiko tekanan tambahan terhadap inflasi global.

Situasi geopolitik turut menambah ketidakpastian. Mesir, Pakistan, dan Turki mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik, sementara Iran menilai tuntutan yang diberikan AS terlalu berlebihan. Nico menyebut hingga kini belum jelas siapa negosiator yang dilibatkan AS dalam pembahasan tuntutan tersebut. Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman dikabarkan mempertimbangkan serangan yang lebih agresif jika situasi tidak mereda.

Dari dalam negeri, pemerintah tengah menyiapkan paket kebijakan untuk meredam dampak turbulensi global terhadap ekonomi nasional. Paket tersebut mencakup opsi work from home (WFH) terbatas, penyesuaian anggaran, serta implementasi program B-50, yang direncanakan akan dijelaskan dalam konferensi pers pada 31 Maret 2026.

Opsi WFH satu hari per pekan bagi ASN dan sebagian sektor swasta dipertimbangkan guna menekan konsumsi BBM, meski tidak diterapkan untuk sektor layanan publik, industri, dan perdagangan. Menurut Nico, WFH dapat mengurangi konsumsi BBM dalam jangka pendek, tetapi potensi dampaknya terhadap produktivitas dan sektor pendukung seperti transportasi serta F&B harus dicermati.

- Advertisement -

Sementara itu, program B-50 dinilai dapat membantu menurunkan ketergantungan impor energi, meski implementasinya bergantung pada kesiapan industri dan ketersediaan bahan baku. Penyesuaian anggaran juga menunjukkan pemerintah mulai menjaga ruang fiskal lebih ketat sehingga belanja negara ke depan kemungkinan lebih selektif.

Nico menilai paket kebijakan ini bersifat defensif untuk menjaga stabilitas, namun efektivitasnya bergantung pada eksekusi serta perkembangan kondisi global.

Dari bursa global, pasar Eropa kompak menguat pada perdagangan Senin (30/3/2026). Euro Stoxx 50 naik 0,70 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,61 persen, DAX Jerman meningkat 1,18 persen, dan CAC Prancis naik 0,92 persen.

Sementara bursa AS bergerak variatif. Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11 persen ke 45.216,14, sementara S&P 500 melemah 0,39 persen ke 6.343,72, dan Nasdaq terkoreksi 0,78 persen ke 25.953,38.

Pada sesi perdagangan Asia pagi ini, indeks Nikkei melemah 21,35 poin atau 0,04 persen ke 51.864,50. Sementara indeks Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times kompak menguat masing-masing 0,54 persen, 0,51 persen, dan 0,25 persen.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img