Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Senin pagi (9/3). Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun cukup tajam sebesar Rp55.000 per gram.
Pada pukul 09.10 WIB, harga emas Antam tercatat berada di level Rp3.004.000 per gram, turun dari harga sebelumnya yang berada di posisi Rp3.059.000 per gram.
Penurunan harga juga terjadi pada harga beli kembali (buyback). Saat ini harga buyback emas Antam berada di level Rp2.757.000 per gram. Nilai ini merupakan harga yang diterima pemilik emas jika menjual kembali emas batangan kepada PT Antam Tbk.
Perlu diketahui, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar emas global serta pergerakan nilai tukar.
Selain itu, transaksi penjualan emas juga dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017 yang berlaku untuk semua ukuran emas batangan, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram.
Untuk transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, dengan bukti potong pajak yang disertakan dalam setiap transaksi pembelian.
Berikut rincian harga emas Antam terbaru yang tercatat di laman Logam Mulia:
-
Harga emas 0,5 gram: Rp1.552.000
-
Harga emas 1 gram: Rp3.004.000
-
Harga emas 2 gram: Rp5.948.000
-
Harga emas 3 gram: Rp8.897.000
-
Harga emas 5 gram: Rp14.795.000
-
Harga emas 10 gram: Rp29.535.000
-
Harga emas 25 gram: Rp73.712.000
-
Harga emas 50 gram: Rp147.345.000
-
Harga emas 100 gram: Rp294.612.000
-
Harga emas 250 gram: Rp736.265.000
-
Harga emas 500 gram: Rp1.472.320.000
-
Harga emas 1.000 gram: Rp2.944.600.000
Investor biasanya memantau harga emas Antam sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif stabil dan aman di tengah dinamika ekonomi.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































