IHSG kembali dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi (6/2), mengikuti tren pelemahan yang terjadi di bursa saham kawasan Asia hingga pasar global. Pada pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 188,20 poin atau 2,32% ke level 7.915,66. Sementara itu, Indeks LQ45 turun 1,97% ke posisi 813,02.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa IHSG berpotensi bergerak menuju level support 8.000 seiring meningkatnya tekanan eksternal. “Diperkirakan IHSG berpotensi menguji level support di 8.000,” ujarnya dalam kajian yang dirilis di Jakarta.
Dari dalam negeri, sentimen ekonomi sebenarnya menunjukkan sinyal positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,39% (yoy) pada kuartal IV 2025 melampaui ekspektasi pasar sebesar 5,01%.
Secara keseluruhan, sepanjang 2025, ekonomi nasional mencatat pertumbuhan 5,11%, sedikit lebih rendah dari target pemerintah yang dipatok di angka 5,2%.
Ratna menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV tersebut merupakan yang terkuat sejak kuartal III 2022, ditopang oleh peningkatan aktivitas sektor swasta dan investasi. “Pertumbuhan ini juga menjadi pertumbuhan tahunan yang paling kuat sejak kuartal III 2022,” jelasnya.
Namun, kabar kurang menggembirakan datang dari lembaga pemeringkat kredit internasional Moody’s Ratings yang menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Kamis (5/2/2026) setelah penutupan Bursa. Meski demikian, peringkat Indonesia tetap dipertahankan di level Baa2.
Moody’s menilai bahwa penurunan outlook tersebut dipicu oleh melemahnya prediktabilitas kebijakan pemerintah, yang dinilai dapat menurunkan efektivitas kebijakan ekonomi dan mengindikasikan pelemahan tata kelola. Menurut Ratna, hal ini berpotensi memberikan tekanan tambahan pada perdagangan Jumat.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ekonomi lain, seperti cadangan devisa bulan Januari 2026 dan indeks harga properti kuartal IV 2025, yang dijadwalkan keluar hari ini.
Pada perdagangan Kamis (5/2), bursa saham Eropa kompak melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,66 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,99 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,46 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 0,29 persen.
Bursa AS di Wall Street juga kompak melemah pada perdagangan Kamis (5/2), di antaranya Indeks S&P 500 turun 1,23 persen ke 6.798,11, indeks Nasdaq melemah 1,38 persen ke 24.584,69, serta Dow Jones melemah 1,20 persen ke 48.908,30,
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 143,39 poin atau 0,27 persen ke 53.961,39, indeks Shanghai melemah 6,39 poin atau 0,16 persen ke 4.069,52, indeks Hang Seng melemah 408,26 poin atau 01,52 persen ke 26.476,97, dan indeks Strait Times melemah 31,47 poin atau 0,63 persen ke 4.944,39.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































