Sabtu, Maret 14, 2026
spot_img

Askrindo dan BPD Kalteng Teken Kerja Sama Asuransi KUR untuk Perkuat Pembiayaan UMKM

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (BPD Kalteng) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Asuransi Umum untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah.

Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/2), menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen Askrindo dalam memperkuat sektor pembiayaan UMKM, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berpotensi strategis.

- Advertisement -

Menurut Budhi, pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah—khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) perlu ditopang oleh pembiayaan yang dilengkapi perlindungan risiko. Kehadiran skema Asuransi Kredit KUR diyakini dapat meningkatkan kepercayaan perbankan dalam menyalurkan kredit, sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan.

“Pertumbuhan UMKM di Kalimantan Tengah, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), perlu dibarengi dengan pembiayaan yang dilengkapi perlindungan risiko. Lewat kerja sama ini, kami ingin perbankan lebih percaya diri menyalurkan kredit, sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” ujar Budhi.

- Advertisement -

Ia menegaskan bahwa kolaborasi Askrindo dan BPD Kalteng merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang lebih inklusif dan kompetitif. Asuransi Kredit KUR berperan memberikan jaminan atas risiko kredit, sedangkan Asuransi Umum membantu memitigasi berbagai risiko usaha, mulai dari produksi, aset, hingga operasional, termasuk usaha logistik dan infrastruktur pendukung kawasan penyangga IKN.

Portal Satu Data Kalimantan Tengah mencatat jumlah usaha mikro di provinsi tersebut mencapai sekitar 278.588 unit pada periode 2023-2024. Askrindo menilai usaha mikro di Kalimantan Tengah yang besar memiliki keterkaitan langsung dengan struktur ekonomi daerah yang bertumpu pada pertanian, perkebunan, dan pengembangan kawasan food estate, serta peran strategis wilayah ini sebagai penyangga pembangunan IKN.

Konsentrasi usaha mikro pada sektor-sektor tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan pembiayaan yang diimbangi dengan perlindungan risiko. Pada saat yang sama, ekspansi sektor produktif tersebut turut memperluas permintaan pasar terhadap asuransi umum, di mana perlindungan atas risiko produksi dan operasional menjadi faktor kunci bagi keberlanjutan UMKM sekaligus penopang kepercayaan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan.

Lebih lanjut, Budhi menuturkan bahwa peran Askrindo tidak hanya terbatas pada penyedia proteksi risiko kredit, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendorong literasi dan inklusi asuransi, guna memperkuat ketahanan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor usaha mikro dan UMKM produktif.

- Advertisement -

Melalui kerja sama ini, Askrindo dan BPD Kalteng optimistis dapat berkontribusi nyata dalam penguatan dan pengembangan ratusan ribu usaha mikro dan UMKM di Kalimantan Tengah, sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas skala bisnis, dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“Ke depan, Askrindo akan terus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan perbankan daerah. Harapannya, UMKM semakin mudah mengakses pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan sinergi ini, UMKM di Kalimantan Tengah diharapkan makin tangguh dan siap menjadi penggerak ekonomi daerah secara inklusif,” tutur Budhi.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img