Dalam momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026, PLN Indonesia Power memperkuat komitmennya menjaga keandalan pasokan listrik nasional melalui pengawasan ketat terhadap pelaksanaan overhaul (OH) Unit 7 PLTU Suralaya. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian pemeliharaan berjalan sesuai standar komitmen 5ON, yaitu On Safety, On Quality, On Time, On Cost, dan On Scope.
Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power, M. Hanafi Nur Rifai, turun langsung meninjau proses overhaul di Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya memastikan keselarasan antara perencanaan, implementasi pekerjaan di lapangan, serta target keandalan pembangkit yang memiliki peran strategis dalam sistem kelistrikan Jawa–Bali.
Dalam kesempatan tersebut, manajemen kembali menekankan pentingnya pengendalian risiko kerja, mengingat kompleksitas pekerjaan overhaul dan besarannya kontribusi PLTU Suralaya dalam menjaga stabilitas energi. Fokus utama mencakup aspek keselamatan kerja, kualitas hasil pemeliharaan, ketepatan waktu penyelesaian, efisiensi biaya, serta kesesuaian ruang lingkup pekerjaan.
M. Hanafi Nur Rifai menyampaikan bahwa penerapan komitmen 5ON secara konsisten menjadi kunci keberhasilan pemeliharaan pembangkit.
Dengan pengawasan yang optimal, pekerjaan overhaul diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga unit siap beroperasi secara andal.
“Overhaul merupakan bagian strategis dalam menjaga performa pembangkit. Dengan mengedepankan keselamatan, kualitas, dan disiplin eksekusi, kami memastikan PLTU Suralaya tetap menjadi tulang punggung sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui langkah ini, PLN Indonesia Power terus memperkuat budaya K3, disiplin operasional, serta sinergi antarunit kerja demi menjaga keandalan pasokan listrik nasional secara berkelanjutan.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































