Harga sejumlah bahan pangan mengalami perubahan signifikan pada awal pekan ini. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat lonjakan tajam harga cabai rawit merah yang kini menyentuh angka Rp118.000 per kilogram di tingkat konsumen. Angka ini melonjak drastis dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat Rp53.867 per kg.
Selain cabai rawit, beberapa komoditas strategis lainnya juga mengalami kenaikan harga. Berdasarkan data Panel Harga Bapanas yang diakses pada Senin (4/8) pukul 06.30 WIB, beras premium mengalami kenaikan dari Rp16.282 menjadi Rp17.000 per kg. Sementara itu, beras medium naik dari Rp14.560 menjadi Rp15.500 per kg, dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) naik menjadi Rp13.000 per kg dari sebelumnya Rp12.843.
Kenaikan harga juga tercatat pada kedelai biji kering impor, yang kini berada di angka Rp11.725 per kg, naik dari Rp10.985. Bawang putih bonggol pun melonjak drastis menjadi Rp55.000 per kg dari Rp38.963.
Untuk komoditas lain, cabai merah besar naik tipis ke Rp45.000 per kg dari sebelumnya Rp44.138, sementara cabai merah keriting justru turun menjadi Rp41.500 per kg dari Rp44.107.
Sementara itu, beberapa harga pangan menunjukkan penurunan. Misalnya, bawang merah turun menjadi Rp45.000 per kg dari sebelumnya Rp52.719. Daging sapi murni juga mengalami penurunan harga cukup signifikan ke Rp115.000 per kg dari sebelumnya Rp135.624. Sedangkan ikan kembung turun ke Rp34.000 per kg, ikan tongkol ke Rp30.714 per kg, dan garam konsumsi turun ke Rp13.571 per kg.
Di sisi lain, daging ayam ras naik menjadi Rp42.188 per kg dari sebelumnya Rp35.468. Telur ayam ras juga naik signifikan ke Rp37.714 per kg dari Rp29.732.
Komoditas lainnya yang ikut naik meliputi:
-
Gula konsumsi: Rp20.000 per kg (dari Rp18.367)
-
Minyak goreng kemasan: Rp21.514 per liter (dari Rp20.966)
-
Minyakita: Rp17.657 per liter (dari Rp17.523)
-
Tepung terigu curah: Rp12.214 per kg (dari Rp9.846)
-
Tepung terigu kemasan: Rp14.857 per kg (dari Rp13.085)
-
Ikan bandeng: Rp40.000 per kg (dari Rp34.760)
Sementara itu, minyak goreng curah mengalami sedikit penurunan ke Rp17.525 per liter dari sebelumnya Rp17.540.
Kenaikan dan penurunan harga ini menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama menjelang momen-momen krusial seperti akhir tahun, musim panen, maupun saat inflasi pangan meningkat. Pemerintah melalui Bapanas terus memantau harga-harga ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News
































