PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten jasa pertambangan dan konstruksi berbasis alat berat, mencatatkan pertumbuhan laba bersih signifikan pada semester pertama 2025. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Jakarta, laba bersih perusahaan melonjak hingga 332,71% menjadi Rp4,63 miliar atau setara Rp0,45 per saham, dari sebelumnya hanya Rp1,07 miliar atau Rp0,10 per saham pada periode yang sama tahun 2024. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasi di Jakarta, Selasa (22/7).
Kendati mencatat kenaikan laba bersih yang impresif, pendapatan bersih PPRE justru mengalami penurunan sebesar 8,84%, dari Rp1,81 triliun di semester I-2024 menjadi Rp1,65 triliun di semester I-2025. Namun, efisiensi beban pokok pendapatan yang turun 10,74% dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,33 triliun berhasil menopang kinerja keuangan perusahaan. Meski begitu, laba kotor PPRE tetap turun 1,8% dari Rp327,44 miliar per Juni 2024 menjadi Rp321,51 miliar per Juni 2025.
Akan tetapi, setelah dikurangi sejumlah beban, Perseroan mampu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp80,46 miliar per Juni 2025, naik 13% dari Rp71,20 miliar per Juni 2024. Adapun laba bersih tahun berjalan PPRE tumbuh 12,70% dari Rp66,90 miliar menjadi Rp75,40 miliar per Juni 2025. Sementara itu, jumlah aset PPRE turun 1,05% dari Rp7,64 triliun per 31 Desember 2024 menjadi Rp7,56 triliun per 30 Juni 2025.
Liabilitas perusahaan juga turun 3,85% dari Rp4,15 triliun menjadi Rp3,99 triliun, sementara ekuitas mengalami kenaikan 2% menjadi Rp3,56 triliun per 30 Juni 2025, naik 2% dari Rp3,49 triliun per 31 Desember 2024. Anak usaha dari PTPP ini menargetkan kontrak baru tahun 2025 lebih agresif lagi.
“Kami menargetkan pertumbuhan perolehan kontrak baru pada 2025 sebesar 10% hingga 15%, dengan fokus pada sektor jasa pertambangan. Melihat besarnya potensi pasar di sektor tambang ke depan, kami semakin termotivasi untuk terus mendorong peningkatan nilai kontrak baru sebagai upaya strategis dalam mengakselerasi pendapatan perusahaan dan menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,”kata Arzan, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk.
Pada tahun 2024, PPRE mencatatkan kontrak baru sebesar Rp6,8 triliun, meningkat 1,49% dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar Rp6,7 triliun. Sektor jasa pertambangan dan konstruksi menjadi kontributor utama dengan porsi dominan sebesar 94,5% terhadap total pendapatan perusahaan.
PPRE juga menargetkan pertumbuhan kontrak baru pada lini pertambangan pada tahun-tahun berikutnya serta membuka peluang kerja sama dengan perusahaan lain dalam lini bisnis pertambangan. Sepanjang 2024, PPRE berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp194 miliar meningkat 12,34% dibandingkan dengan torehan laba bersih pada 2023 sebesar Rp172 miliar.
Angka ini ditopang oleh pendapatan PPRE sebesar Rp3,7 triliun meningkat 11,47% dibandingkan dengan pendapatan 2023 sebesar Rp3,4 triliun, di mana segmen bisnis jasa pertambangan dan konstruksi mendominasi pendapatan PPRE sebesar 94,5%, dan sisanya berasal dari lini bisnis pendukung seperti ready mix dan penyewaan alat berat.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News































