PT Pegadaian terus memperkuat posisinya sebagai pelopor investasi emas terpercaya di Indonesia melalui produk unggulan Deposito Emas Pegadaian. Dalam waktu kurang dari enam bulan sejak diluncurkan, produk ini berhasil mencatatkan total transaksi lebih dari 900 kilogram emas, menunjukkan minat masyarakat yang sangat tinggi terhadap instrumen investasi yang aman dan menguntungkan ini.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu keunggulan utama Deposito Emas adalah keamanan investasi yang dijamin oleh asuransi, serta fleksibilitas tenor yang memungkinkan nasabah mendapatkan imbal hasil.
Ia mengatakan hal tersebut menunjukkan bahwa produk Deposito Emas Pegadaian telah menjadi alternatif investasi yang aman, fleksibel, dan menguntungkan.
“Ini menunjukkan Deposito Emas Pegadaian sudah menjadi pilihan alternatif investasi bagi masyarakat. Karena tidak hanya gain dari harga emas yang terus menanjak, tapi mereka juga akan mendapatkan imbal hasil dari deposito tersebut,” ucap Damar, seperti dikutip Antara, kemarin.
Untuk bisa menikmati layanan ini, masyarakat cukup memiliki rekening Tabungan Emas Pegadaian, melakukan upgrade ke akun premium melalui aplikasi Pegadaian Digital versi 6.1.0, dan melakukan transaksi emas minimal 5 gram.
“Tentu, kami menyambut baik respons dari masyarakat ini, dan berkomitmen untuk terus berinovasi dan melakukan optimalisasi untuk solusi yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Pegadaian menjadi perusahaan jasa keuangan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha bullion. Dengan lisensi tersebut, Pegadaian kini dapat menyediakan berbagai layanan seperti deposito emas, pinjaman modal kerja berbasis emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan bullion bank atau bank emas nasional, yang bertujuan memperkuat ekosistem industri emas dalam negeri. Program hilirisasi emas ini diharapkan mampu meningkatkan cadangan emas nasional, mengurangi ketergantungan pada penyimpanan emas luar negeri, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga Rp245 triliun dan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru.
Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

































