Impor Indonesia 2024 Naik 5,31%, Dipicu Migas dan Nonmigas

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan peningkatan nilai impor Indonesia selama periode Januari-Desember 2024 sebesar US$11.773,3 juta atau 5,31%. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar US$444,7 juta (1,24%) dan US$11.328,6 juta (6,09%).

Plt Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa kenaikan impor migas utamanya dipicu oleh lonjakan impor hasil minyak sebesar US$1.233,8 juta (5,00%), meskipun impor minyak mentah mengalami penurunan sebesar US$789,1 ribu (7,08%).

- Advertisement -

“Peningkatan nilai impor migas dipicu oleh bertambahnya impor hasil minyak US$1.233,8 juta sebesar 5,00%, walaupun impor minyak mentah turun US$789,1 ribu sebesar 7,08%,” papar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Rabu (15/1).

Berdasarkan jenis penggunaan barang, nilai impor bahan baku/penolong meningkat sebesar US$8.523,8 juta (5,29%), disusul barang modal US$2.093,1 juta (5,34%) dan barang konsumsi US$1.156,4 juta (5,37%).

- Advertisement -

Amalia menambahkan bahwa bahan baku/penolong mendominasi total impor dengan nilai mencapai US$169.679,6 juta (72,62%), diikuti barang modal US$41.276,6 juta (17,66%), dan barang konsumsi US$22.703,3 juta (9,72%).

“Nilai impor bahan baku penolong mencapai US$ 169,68 miliar, di mana impor bahan baku penolong naik 5,29% dibanding 2023,” paparnya.

Sepanjang 2024, impor sepuluh golongan barang utama meningkat sebesar US$6.072,7 juta (5,39%), menyumbang 60,19% dari total impor nonmigas Indonesia. “Dilihat dari peranannya, sepuluh golongan barang tersebut memberikan kontribusi 60,19% terhadap total impor nonmigas Indonesia Januari-Desember 2024,” kata Amalia.

Jika dilihat lebih rinci, Amalia menuturkan sepanjang 2024 komoditas yang paling banyak diimpor Indonesia HS 84 atau mesin peralatan mekanik dan bagiannya di mana impor kelompok komoditas ini mencakup 16,98% dari total impor nonmigas.

- Advertisement -

“Nilai impornya adalah sebesar US$ 33,51 miliar sepanjang tahun 2024 dan impor komoditas ini naik 4,23% dibanding 2023,” ungkap Amalia.

Komoditas ini terutama diimpor dari China yang share-nya mencapai 51,01% dari total impor mesin, peralatan mekanik dan bagiannya. Selain China, impor komoditas ini juga berasal dari Jepang sekitar 9% dan disusul Singapura sebesar 5,03%.

Adapun, secara nilai, komoditas logam mulia, perhiasan, emas dan permata mengalami peningkatan tertinggi sepanjang 2024.

“Sharenya ke total impor nonmigas mencapai 2,42% dan peningkatan nilainya sebesar US$ 1,98 miliar jika dibandingkan tahun 2023,” tegas Amalia.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img