Ingin Uang Tunai Cepat? Pikir Dua Kali Sebelum Pilih Gestun!

Kamu mungkin pernah mendengar istilah “Gestun” atau “Gesek Tunai” dalam obrolan sehari-hari. Meski terkesan sebagai solusi cepat untuk mendapatkan uang tunai, tahukah kamu bahwa gestun bisa sangat berisiko bagi keuangan dan bahkan bisa berurusan dengan hukum?

Menurut Buku Bijak Ber E-banking yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), gestun adalah transaksi yang dilakukan dengan menggunakan kartu kredit di merchant tertentu. Sebuah transaksi yang terlihat seperti pembelian barang atau jasa, padahal kamu sebenarnya hanya mendapatkan uang tunai dengan biaya tambahan yang cukup tinggi.

- Advertisement -

Mengapa Gestun Dilarang?

Meskipun terkesan mudah dan praktis, gestun sesungguhnya adalah praktik yang ilegal. Bank Indonesia menegaskan bahwa gesek tunai bukanlah produk perbankan yang sah. Jika kamu melakukan gestun, kamu bisa dikenakan biaya administrasi tinggi, bahkan bunga yang jauh lebih besar dibandingkan dengan penarikan tunai biasa. Ini tentunya bisa membebani keuanganmu dalam jangka panjang. Selain itu, gestun bisa membawamu dalam masalah hukum karena dianggap sebagai penyalahgunaan kartu kredit, dan kartu kreditmu bisa diblokir.

- Advertisement -

Statistik Penggunaan Kartu Kredit di Indonesia

Berdasarkan data Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), pada 2022 total transaksi kartu kredit di Indonesia mencapai 410 triliun rupiah, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Namun, gestun mulai menjadi perhatian besar karena sekitar 5-10% pengguna kartu kredit terlibat dalam praktik ini.

Resiko yang Mengintai

Berikut adalah beberapa alasan mengapa gestun bisa sangat merugikan:

- Advertisement -
  1. Biaya Tinggi
    Biaya yang dikenakan untuk gestun bisa sangat besar, dan sering kali lebih mahal dibandingkan tarik tunai melalui ATM. Bunga yang diterapkan juga lebih tinggi, karena dianggap sebagai transaksi belanja.
  2. Risiko Hukum
    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gestun dianggap sebagai pelanggaran aturan perbankan. Jika kamu terlibat dalam praktik ini, kartu kreditmu bisa diblokir atau bahkan kamu bisa menghadapi masalah hukum yang serius.
  3. Kerugian Finansial
    Dengan bunga dan biaya yang tinggi, utang yang kamu miliki bisa cepat membengkak. Ini bisa membuat keuanganmu terjerat dan memburuk dalam jangka panjang.
  4. Keamanan Data
    Transaksi gestun sering dilakukan di merchant yang tidak terverifikasi dengan baik, sehingga ada risiko besar bagi keamanan data pribadi dan kartu kreditmu.
  5. Meningkatkan Risiko Pencucian Uang
    Praktik gestun juga dapat digunakan untuk mencuci uang hasil dari kegiatan ilegal, yang tentunya melanggar hukum.

Gestun vs. Tarik Tunai Kartu Kredit: Apa Bedanya?

Seringkali orang bingung antara gestun dan tarik tunai kartu kredit. Meskipun keduanya bertujuan untuk menarik uang tunai menggunakan kartu kredit, ada beberapa perbedaan signifikan di antara keduanya:

  1. Lokasi Transaksi
    Gestun dilakukan di merchant yang memiliki mesin Electronic Data Capture (EDC), bukan di ATM. Sementara itu, tarik tunai dilakukan langsung di mesin ATM.
  2. Proses Transaksi
    Pada gestun, transaksi terlihat seperti pembelian barang atau jasa, tetapi kenyataannya uang tunai yang didapatkan. Sebaliknya, tarik tunai lebih transparan dan jelas, dilakukan melalui ATM dengan biaya yang sudah tertera di layar.

Kesimpulannya, meskipun gestun menawarkan cara cepat mendapatkan uang tunai, risiko yang dihadirkan sangat besar. Lebih baik menggunakan cara yang lebih aman dan sah untuk mengelola keuangan. Jangan terjebak dalam praktik yang ilegal dan bisa merugikanmu dalam jangka panjang!

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img