IHSG Dibuka Naik 16,20 Poin, Sentimen Suku Bunga Jadi Fokus

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi dibuka menguat sebesar 16,20 poin atau 0,23 persen ke level 7.211,91. Indeks saham unggulan LQ45 juga mencatatkan kenaikan sebesar 3,10 poin atau 0,35 persen ke posisi 880,03.

Menurut kajian Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, IHSG berpotensi bergerak menguat secara terbatas di tengah penantian pasar terhadap keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China yang akan diumumkan hari ini.

“IHSG berpeluang menguat meski terbatas,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (20/11).

Baca juga: IHSG Diperkirakan Bakal Menguat Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya!

Terdapat dua sentimen pasar penting yaitu pengumuman kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral China pada Rabu ini, terutama suku bunga BI yang dapat menjadi penggerak utama pasar.

ank Indonesia diproyeksikan tidak akan memangkas suku bunga acuan pada November 2024, mempertahankan di level 6 persen. Hal ini dipengaruhi oleh:

Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut.
Pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang menegaskan bahwa penurunan lebih lanjut suku bunga AS tidak akan dilakukan secara terburu-buru.
Kebijakan suku bunga BI dinilai akan menjadi salah satu penggerak utama pasar dalam jangka pendek.

Sementara itu, Bank Sentral China juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan suku bunga acuan hari ini melalui Loan Prime Rate (LPR). Pasar memperkirakan suku bunga tenor satu tahun akan bertahan di 3,1 persen, sedangkan tenor lima tahun tetap di 3,6 persen, setelah sebelumnya mengalami pemangkasan masing-masing dari 3,35 persen dan 3,85 persen.

Pasar saham Amerika Serikat mulai tertekan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa batas penggunaan senjata nuklir telah diturunkan. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas langkah Presiden AS Joe Biden yang mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak menengah untuk menyerang Rusia. Ketegangan geopolitik ini memicu kekhawatiran berkelanjutan di pasar global.

Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak menengah AS untuk menyerang Rusia, tingginya ketegangan geopolitik sebagai ancaman berkelanjutan bagi pasar, sementara retorika perang Rusia yang semakin keras memperburuk situasi.

Bursa saham AS Wall Street, diantaranya indeks Nasdaq naik 1,04 persen di level 18.987,47, indeks S&P 500 menguat 0,4 persen menjadi 5.916,98, sebalilnya Dow Jones Industrial Average melemah 120,66 poin atau 0,28 persen berakhir di 43.268,94, sektor teknologi menjadi sorotan, dengan saham Nvidia naik hampir 5 persen menjelang laporan laba yang sangat dinantikan pada Rabu (20/11).

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain, indeks Nikkei melemah 14,29 poin atau 0,37 persen ke level 38.272,10, indeks Hang Seng melemah 34,67 poin atau 0,18 persen ke level 19.628,99, indeks Shanghai melemah 5,97 poin atau 0,18 persen ke posisi 3.340,03, dan indeks Straits Times melemah 12,97 poin atau 0,35 persen ke 3.744,98.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img