InfoEkonomi.ID – Asuransi Astra mencatat prestasi gemilang dengan mencapai pendapatan premi sebesar Rp 1,92 triliun pada bulan Februari 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana pendapatan premi mencapai Rp 1,439 triliun pada tahun 2023.
Berdasarkan laporan keuangan Asuransi Astra, pendapatan premi terbesar berasal dari premi penutupan langsung yang mengalami peningkatan sebesar 20% secara tahunan. Angka tersebut meningkat dari Rp 1,528 triliun pada Februari 2023 menjadi Rp 1,844 triliun pada periode yang sama tahun ini.
Di samping itu, pendapatan dari underwriting juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 23% dari Rp 719,035 miliar pada Februari 2023 menjadi Rp 884,929 miliar pada Februari 2024.
Laurentius Iwan Pranoto, Head Communication and Customer Service Management Asuransi Astra, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan premi ini disebabkan oleh pertumbuhan berbagai sektor terkait dalam industri asuransi. Ia menekankan bahwa pertumbuhan asuransi umum secara umum mengikuti perkembangan industri-industri terkait.
“Industri asuransi sangat bergantung pada industri lain. Sebagai contoh, asuransi kendaraan bermotor terkait erat dengan pertumbuhan industri otomotif, sementara asuransi bisnis komersial dipengaruhi oleh sektor properti, pertambangan, energi, dan lain-lain,” ungkap Iwan kepada KONTAN pada hari Minggu (14/4).































