Ekspor Mobil dan Motor Indonesia Alami Lonjakan Tertinggi Capai 60% di Mei 2023

InfoEkonomi.ID  – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terdapat lima komoditas ekspor Indonesia yang mengalami kenaikan tinggi pada Mei 2023 dibanding April 2023.

BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2023 mencapai USD 21,72 miliar. Angka ekspor ini naik 12,61 persen dibanding angka ekspor April 2023 yang sebesar USD 19,28 miliar.

- Advertisement -

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan, komoditas yang mengalami lonjakan ekspor paling tinggi pada Mei 2023 adalah ekspor kendaraan yang naik 60,20 persen atau mencapai USD 373,2 juta.

“Kemudian, mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya sebesar USD 20,16 juta atau naik 53,77 persen, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar USD 197,5 atau naik 19,11 persen, lemak dan minyak hewani atau nabati sebesar USD 158,5 atau naik 9,04 persen, dan alas kaki sebesar USD 157,9 atau 35,66 persen,” kata Eddy dalam rilis ekspor dan impor Mei 2023, Kamis (15/6/2023).

- Advertisement -

Lebih lanjut, jika dilihat secara tahunan terdapat dua sektor yang mengalami kenaikan, terutama di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang naik sebesar 32,38 persen dibandingkan Mei tahun 2022.

Sektor kedua, yakni berasal dari produk industri pengolahan yang naik 10,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Sementara Migas justru turun sebesar minus 12,10 persen serta tambang dan lainnya juga turun sebesar 20,97 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia Mei 2023 mencapai USD 21,72 miliar atau naik 12,61 persen dibanding ekspor April 2023 sebesar USD 19,28 miliar.

- Advertisement -

“Secara month to month, ekspor kita pada Mei 2023 mencapai USD 21,72 miliar atau naik sekitar 12,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ujar Edy.

Jika dirinci, ekspor migas mengalami kenaikan USD 1,32 miliar atau 4,48 persen dibanding April 2023 sebesar USD 1,26 miliar.

Kemudian, ekspor non-migas pada Mei 2023 juga mengalami kenaikan 13,18 persen yaitu menjadi USD 20,40 miliar, dibanding bulan sebelumnya USD 18,03 miliar.

Disisi lain, BPS mencatat ekspor nonmigas terbesar terjadi ke Tiongkok sebesar USD 4,78 miliar atau pangsa pasarnya secara persentase sebesar 23,42 persen.

Kedua terbesar ke Amerika Serikat yakni USD 2,05 miliar atau sekitar 10,05 persen. Terakhir, ekspo nonmigas terbesar ketiga adalah ke Jepang sebesar USD 1,77 miliar atau sekitar 8,65 persen.

“Ketiga negara itu kalau kita hitung pangsa pasarnya lebih dari 40% dari komoditas kita dibawa ke tiga negara besar ini. Kalau ke negara ASEAN kita mencatat besarannya sekitar US$ 3,97 miliar atau pangsa pasarnya sekitar 19,48,” pungkasnya, dilansir dari Liputan6.com.

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekred@infoekonomi.id

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Terbaru

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img