InfoEkonomi.ID – Perusahaan Listrik Negara Indonesia Power (PLN IP) mengirimkan delegasinya ke Jepang untuk menjalankan program transisi energi dan mengembangkan pembangkit yang ramah lingkungan di Indonesia.
PLN IP melakukan benchmark terkait strategi dan teknologi ke J-Power, JERA, JGC dan IHI di Jepang.
Perusahaan pembangkit listrik di Jepang, J-Power dan JERA menjadi tolak ukur PLN IP sebagai penyusunan rencana ke depannya.
Adapun Rencana Strategis Korporat dan Adopted Technology sebagai awal langkah menuju NZE 2060.
J-Power sendiri memiliki visi “Blue Mission 2050”. Visi tersebut, yakni menurunkan emisi CO2 hingga 46 persen pada tahun 2040. Tidak hanya itu, J-Power juga memiliki visi Net Zero Emission pada 2050 mendatang.
Sementara itu, JERA diketahui sudah melakukan uji co-firing ammonia. Pada tahun 2024 mendatang rencananya JERA akan meningkatkan penggunaan ammonia hingga 20 persen.
Beberapa kerja sama yang coba dijajaki oleh PLN IP adalah kolaborasi nversi PLTU menjadi pembangkit Gas Turbine Combined Cycle (IGCC), Gas Turbine Combined Cycle (GTCC) dan menjadi hydrogen firing.
Selain itu, ada juga peremajaan pembangkit-pembangkit heritage, peningkatan penggunaan biomass untuk cofiring, pengembangan pembangkit EBT, pemeliharaan pembangkit termal konvensional, studi CCS/CCUS, eksplorasi Financial Tools yang tersedia untuk pengembangan proyek hingga digitalisasi pembangkit.
Ke depannya, PLN IP dan PLN akan mencoba menindaklanjuti langkah strategis ini dengan melakukan kerja sama.
Hal ini bertujuan untuk menunjukkan komitmen PLN Grup dalam implementasi aspek Environmental, Social & Governance (ESG) dan komitmen untuk mencapai carbon neutral di 2060.
































